Militer Myanmar baru-baru ini melancarkan operasi besar-besaran terhadap jaringan penipuan daring di wilayah perbatasan Thailand, terutama di kompleks Shwe Kokko. Dalam serangan yang dilakukan pada Selasa pagi, aparat menangkap hampir 350 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan dan perjudian online.
Media pemerintah, The Global New Light of Myanmar, melaporkan bahwa selama operasi tersebut, 346 warga negara asing ditangkap dan hampir 10.000 ponsel yang digunakan untuk perjudian daring disita. Penggerebekan ini terjadi setelah militer mengklaim berhasil merebut kembali kendali atas wilayah tersebut.
Kawasan Shwe Kokko dikenal sebagai pusat penipuan dan perjudian online yang dikelola oleh perusahaan Yatai, yang dimiliki oleh She Zhijiang, seorang warga China-Kamboja. She Zhijiang sendiri telah ditangkap di Thailand pada tahun 2022 dan baru-baru ini diekstradisi ke China, di mana ia menghadapi dakwaan terkait perjudian daring dan penipuan. Dia beserta perusahaannya telah masuk dalam daftar sanksi yang diberlakukan oleh pemerintah Inggris dan Amerika Serikat.
Sejak pandemi COVID-19, segitiga perbatasan antara Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja telah berkembang menjadi pusat kejahatan digital yang menghasilkan miliaran dolar, dengan banyak pekerja, termasuk warga asing, dieksploitasi di berbagai kompleks penipuan. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa ratusan ribu orang dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi.
Meskipun selama ini rezim militer Myanmar dituduh membiarkan aktivitas ilegal ini berlangsung, mereka mengklaim bahwa sejak Februari, upaya pemberantasan telah ditingkatkan setelah mendapat tekanan dari China, salah satu sekutu utama mereka. Namun, analis mengatakan bahwa gelombang penggerebekan yang meningkat dapat dianggap sebagai propaganda untuk meredakan tekanan dari Beijing tanpa mengganggu aliran keuntungan bagi kelompok milisi yang mendukung pemerintah.
Wilayah perbatasan yang minim kontrol negara ini menjadi lahan subur bagi industri penipuan daring, terutama dalam konteks perang sipil yang berlangsung sejak kudeta pada tahun 2021. Sebelumnya, pada bulan Oktober, militer Myanmar juga menangkap lebih dari 2.000 orang dalam operasi di KK Park, yang merupakan salah satu pusat penipuan terbesar di perbatasan Thailand.
Di sisi lain, pada bulan September, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 20 perusahaan dan individu di Myanmar dan Kamboja terkait dugaan keterlibatan dalam bisnis penipuan digital tersebut.
Shwe Kokko terletak di negara bagian Kayin, Myanmar, di tepi sungai Moei dekat Thailand. Kawasan ini telah berkembang sebagai pusat bisnis daring ilegal dan dikenal dengan infrastruktur modernnya, termasuk apartemen, hotel, kasino, dan fasilitas hiburan. Aktivitas ilegal di sana sebelumnya dapat berjalan bebas karena perlindungan dari kelompok milisi lokal, sehingga menjadikan kawasan ini simbol bagaimana perbatasan Myanmar yang minim kontrol dapat dimanfaatkan untuk kejahatan digital lintas negara.
Dengan meningkatnya penggerebekan, Shwe Kokko kini menjadi sorotan internasional, menegaskan upaya pemerintah Myanmar untuk mengendalikan kompleks ini di tengah tekanan diplomatik dari China.