TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu lomba perahu di Indonesia menjadi viral, setelah unggahan akun Tiktok Paris Saint German (PSG) yang menunjukkan selebrasi para pemainnya menirukan gerakan seorang anak yang berada di haluan perahu. "Auranya sampai ke Paris," tulis akun tersebut, Rabu 2 Juli 2025. Lomba perahu tersebut adalah Pacu Jalur, acara tahunan yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Tahun lalu lomba yang digelar pada bulan Agustus itu diikuti sebanyak 225 jalur atau perahu dalam bahasa lokal. Sementara tahun ini lomba yang termasuk dalam Karisma Event Nusantara itu rencananya akan digelar pada 20-25 Agustus 2025.
Sejarah Pacu Jalur
Dikutip dari website kuansing.go.id, pada abad ke-17 jalur digunakan sebagai alat transportasi utama warga desa di sepanjang Sungai Kuantan, yang terletak di antara Kecamatan Hulu Kuantan di hulu, hingga Kecamatan Cerenti di hilir. Warga desa menggunakan jalur sebagai transportasi dengan kapasitas 40-60 orang, serta mengangkut hasil bumi seperti pisang dan tebu.
Bentuk jalurnya pun sederhana hanya kayu panjang dan diambil dari satu pohon tanpa sambungan. Sebelum mengambil kayu besar untuk jalur seluruh masyarakat harus melakukan ritual untuk untuk menghormati dan meminta izin kepada hutan belantara.
BACA JUGA
3 Hal yang Khas dari Festival Pacu Jalur 2025?
Namun lama kelamaan muncul jalur yang dihiasi dengan ukiran seperti kepala ular, buaya atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya. Ditambah lagi dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri). Jalur-jalur yang dihias itu hanya dinaiki penguasa wilayah, bangsawan dan datuk-datuk.
Seratus tahun kemudian keberadaan jalur semakin menarik. Warga setempat pun menggelar lomba adu kecepatan antar jalur yang hingga saat ini dikenal dengan nama Pacu Jalur. Awalnya perlombaan ini digelar untuk memperingati hari besar Islam. Di masa penjajahan Belanda lomba ini untuk untuk merayakan ulang tahun Ratu Belanda Wilhelmina pada 31 Agustus. Sejak kemerdekaan Indonesia, menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan.
Peran anak pacu
Perlombaan digelar selama dua hingga tiga harus tergantung jumlah jalur yan berpartisipasi. Perahu jalur yang terbuat dari satu pohon utuh, memiliki panjang 25 hingga 40 meter dan dapat menampung 45-60 pendayung atau anak pacu.
Setiap jalur yang berlomba terdapat anak pacu yang memiliki peran penting, yaitu tukang concang (pemberi aba-aba), tukang pinggang (juru mudi), tukang tari, dan tukang onjay ang berfungsi sebagai pemberi irama di bagian kemudi dengan menggoyangkan badan. Mereka mengenakan kostum warna-warni yang mencuri perhatian. Ditandakan dengan suara meriam serta teriakan pemberi semangat menjadi daya tarik budaya lokal ini.
Dikenal luas hingga mancanegara