Portal Media Online - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Papua Barat berhasil mempertahankan lahan sawit seluas 48.33 ribu hektar pada periode 2024 hingga awal 2026. Data ini menunjukkan peran penting wilayah timur Indonesia dalam sektor perkebunan nasional.
Data luas tanaman perkebunan dirilis oleh BPS, mencatat bahwa lahan kelapa sawit di Papua Barat merupakan bagian dari total luasan perkebunan nasional yang mencapai 16,005 juta hektar. Papua Barat diakui sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan perkebunan di Tanah Papua.
Pengelolaan lahan sawit dilakukan secara sistematis untuk memastikan kontribusi yang nyata bagi sektor agribisnis. Selain kelapa sawit, komoditas lain yang terdaftar meliputi kelapa seluas 5,55 ribu hektar, kakao seluas 5,19 ribu hektar, dan kopi seluas 0,19 ribu hektar. Sektor perkebunan ini berperan signifikan dalam meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan.
Pengelolaan lahan sawit seluas 48,33 ribu hektar menunjukkan bahwa komoditas ini masih mendominasi struktur perkebunan di Papua Barat. Data juga mencatat bahwa Papua Barat Daya memiliki luas 38,42 ribu hektar, Papua Selatan 97,77 ribu hektar, dan Papua Tengah 9,37 ribu hektar. Statistik ini penting bagi investor dan pelaku usaha dalam perencanaan rantai pasok serta distribusi hasil panen, menunjukkan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit tetap menjadi motor penggerak utama di Indonesia.