Portal Media Online - Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN), Rapolo Hutabarat, memimpin peninjauan uji hampar pemanfaatan Glycerine Pitch (GP) sebagai bahan pencampur aspal pada kegiatan Hai Riset Sawit.
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan anggota APOLIN. Tujuannya adalah menciptakan solusi teknis untuk perbaikan jalan nasional.
Pemanfaatan Glycerine Pitch diproyeksikan dapat menyumbang sekitar 20 persen dari total kebutuhan aspal nasional yang mencapai dua juta ton per tahun. Potensi suplai dari industri oleokimia diperkirakan mencapai 400.000 ton, yang dapat mengurangi ketergantungan pada impor aspal minyak melalui optimalisasi produk sisa industri sawit. Glycerine Pitch berfungsi sebagai extender atau pengganti sebagian aspal minyak jenis penetrasi (Pen) 60/70 dan diterapkan pada campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC).
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berperan dalam merumuskan standar teknis penggunaan GP dalam konstruksi. Koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga diperlukan untuk izin pemanfaatan resmi. Pelaksanaan uji lapangan menjadi langkah penting untuk memverifikasi stabilitas campuran sebelum diterapkan secara luas dalam proyek infrastruktur. Semua pihak kini bersiap untuk memasuki fase standardisasi agar produk ini memenuhi kualifikasi mutu yang ditetapkan.