Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Kuota Internet Gratis untuk Pendidikan
Pusat Online

Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Kuota Internet Gratis untuk Pendidikan

Pemerintah Indonesia kembali mengimplementasikan program bantuan kuota internet untuk mendukung peserta didik dan pendidik di berbagai jenjang pendidikan. Bantuan ini ditujukan untuk anak-anak PAUD, pendidikan dasar, menengah, serta mahasiswa, termasuk juga guru dan dosen.

Dalam program ini, peserta didik jenjang PAUD akan menerima kuota sebesar 7 GB, sementara peserta didik pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 10 GB. Untuk pendidik PAUD, pendidikan dasar, dan menengah, kuota yang diberikan adalah 12 GB, sedangkan dosen dan mahasiswa akan memperoleh kuota sebesar 15 GB.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menjelaskan bahwa bantuan kuota internet ini akan disalurkan dalam tiga periode, yaitu dari 11-15 September, 11-15 Oktober, dan 11-15 November. Kuota yang diterima berlaku selama 30 hari sejak diterima.

Anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program ini mencapai Rp2,3 triliun, yang ditargetkan untuk sekitar 26,8 juta peserta didik, mahasiswa, guru, dan dosen. Nadiem menambahkan bahwa kuota yang diberikan adalah kuota umum, yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai situs, portal, dan aplikasi, kecuali situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Untuk mendapatkan bantuan ini, satuan pendidikan di jenjang PAUD, sekolah dasar dan menengah, serta perguruan tinggi diwajibkan untuk memperbarui data peserta didik, dosen, guru, dan mahasiswa, termasuk nomor telepon aktif. Proses pemutakhiran data dilakukan melalui Dapodik dan pangkalan data pendidikan tinggi. Selain itu, mereka juga harus mengunggah Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) sebelum batas waktu yang ditentukan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa bantuan kuota internet ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang sama yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap dampak pandemi Covid-19 yang menghambat kegiatan pembelajaran tatap muka.

Sri Mulyani menambahkan bahwa selama periode Maret hingga Mei 2021, anggaran sebesar Rp2,5 triliun juga telah dialokasikan untuk bantuan kuota internet kepada 30 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Dari jumlah tersebut, realisasi mencapai Rp2,3 triliun, yang mencakup sekitar 27,7 juta penerima.

Survei yang dilakukan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menunjukkan bahwa 85 persen responden merasa bantuan kuota internet meringankan beban ekonomi dan mendukung pembelajaran jarak jauh, dengan tingkat kepuasan publik mencapai 63 persen.

You can share this post!