Portal Media Online - Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas untuk mengamankan pasokan minyak goreng domestik guna mencegah kelangkaan komoditas strategis ini. Langkah tersebut melibatkan penguatan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi minyak kelapa sawit mentah Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai 45,44 juta ton, dengan volume ekspor ke pasar global mencapai 22,98 juta ton. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan pentingnya stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng, terutama karena Indonesia merupakan produsen terbesar dunia.
Amran menekankan pentingnya tindakan nyata untuk menghindari gejolak harga, mengingat pengalaman kelangkaan minyak goreng sebelumnya. Transformasi tata kelola distribusi dilakukan dengan meningkatkan volume Domestic Market Obligation (DMO) yang kini disalurkan melalui BUMN secara signifikan, dari sebelumnya 70 ribu hingga 60 ribu kiloliter menjadi 700 ribu kiloliter. Stok minyak goreng akan dikelola oleh Bulog dan ID FOOD, dengan operasi pasar yang lebih besar diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan.
Saat ini, stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) minyak goreng di Perum Bulog dan ID FOOD tercatat sebesar 7 ribu kiloliter. Kebijakan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi 260 juta penduduk Indonesia, sekaligus menjaga posisi Indonesia yang menguasai 48,38 persen pangsa pasar ekspor minyak sawit global, jauh di atas Malaysia yang mencatatkan 32,80 persen.