Pemkab Bandung Siapkan Penataan Kabel Telekomunikasi untuk Tingkatkan Keamanan dan Estetika
Teknologi

Pemkab Bandung Siapkan Penataan Kabel Telekomunikasi untuk Tingkatkan Keamanan dan Estetika

Portal Media Online - JURNAL SOREANG – Keberadaan kabel udara jaringan telekomunikasi yang semrawut mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Kabel yang menumpuk di tiang utilitas, bahkan menjuntai rendah di beberapa ruas jalan, dinilai tidak hanya merusak estetika kawasan tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Keluhan tersebut muncul di berbagai kecamatan, di antaranya Bojongsoang, Baleendah, Banjaran hingga Soreang. Warga menilai pertumbuhan jaringan telekomunikasi yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir tidak diimbangi dengan penataan infrastruktur kabel yang rapi dan terkoordinasi.

Asep (41), warga Bojongsoang, mengatakan kondisi kabel jaringan telekomunikasi di sepanjang Jalan Raya Bojongsoang semakin padat dari tahun ke tahun. Dalam satu titik bahkan terlihat banyak tiang utilitas berdiri berdekatan karena dipasang oleh berbagai penyedia layanan internet.

“Di satu titik di Jalan Raya Bojongsoang itu bisa ada lebih dari 10 tiang kabel berdiri berdekatan. Selain terlihat semrawut, juga membuat trotoar jadi sempit,” ujar Asep kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Beberapa kabel terlihat menggantung cukup rendah sehingga dikhawatirkan dapat tersangkut kendaraan besar seperti truk atau bus yang melintas di jalur tersebut.

Keluhan serupa juga disampaikan warga di Baleendah dan Banjaran. Di sejumlah ruas jalan utama, kabel jaringan terlihat bertumpuk pada satu tiang utilitas karena dipasang secara terpisah oleh berbagai provider.

Akibatnya, pemandangan jalan terlihat tidak tertata dan semakin semrawut. Selain itu, beberapa kabel juga tampak dipasang dengan ketinggian yang kurang ideal.

Warga di kawasan Soreang juga mengeluhkan kondisi serupa. Seiring bertambahnya penyedia layanan internet yang membangun jaringan di wilayah tersebut, jumlah kabel udara semakin padat dan tidak tertata.

Warga berharap pemerintah daerah dapat melakukan penataan jaringan kabel tersebut agar lebih rapi, aman, dan tidak mengganggu estetika kawasan perkotaan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Pemkab Bandung Siapkan Penataan Jaringan Telekomunikasi

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah penataan jaringan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Bandung.

Menurut Teguh, perkembangan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Bandung memang mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi Covid-19.

Pada masa itu, kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet meningkat tajam karena berbagai aktivitas seperti pendidikan, pekerjaan hingga pelayanan publik banyak dilakukan secara daring.

“Perkembangan jaringan telekomunikasi pasca pandemi memang sangat pesat. Banyak provider membangun jaringan fiber optik karena kebutuhan masyarakat terhadap internet semakin tinggi,” ujarnya, Rabu siang.

Namun di sisi lain, pertumbuhan jaringan yang pesat tersebut juga memunculkan persoalan baru di lapangan. Di sejumlah titik, kabel udara terlihat menumpuk pada satu tiang utilitas karena digunakan oleh berbagai penyedia layanan telekomunikasi.

Selain itu, terdapat pula kabel yang dipasang dengan ketinggian kurang ideal sehingga terlihat menggantung rendah dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Di beberapa titik memang terlihat kabel udara cukup semrawut, menumpuk di tiang utilitas bahkan ada yang menggantung rendah. Ini tentu bisa mengganggu estetika dan juga berpotensi membahayakan,” kata Teguh.

Pemkab Kaji Sistem Kabel Bawah Tanah

Ia menjelaskan kondisi tersebut tidak semata disebabkan oleh satu faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah pertumbuhan jaringan telekomunikasi yang sangat cepat, sementara regulasi teknis di tingkat daerah yang mengatur penataan kabel udara fiber optik belum tersedia secara khusus.

Akibatnya, pembangunan jaringan lebih banyak mengikuti kebijakan masing-masing penyedia layanan telekomunikasi. Hal ini membuat pemasangan kabel di lapangan kurang terkoordinasi sehingga terlihat tidak seragam.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Diskominfo Kabupaten Bandung bersama perangkat daerah terkait mulai melakukan inventarisasi dan pemetaan jaringan telekomunikasi yang ada di wilayah Kabupaten Bandung.

Pendataan tersebut difokuskan pada kawasan jalan protokol, pusat aktivitas masyarakat, serta wilayah perkotaan yang memiliki kepadatan jaringan cukup tinggi.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengkaji kemungkinan pembangunan sistem jaringan utilitas yang lebih terintegrasi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan ducting atau jalur kabel bawah tanah yang dapat digunakan bersama oleh berbagai penyedia layanan telekomunikasi.

Menurut Teguh, sistem tersebut dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi keberadaan kabel udara yang semrawut sekaligus meningkatkan estetika kawasan perkotaan.

Sebagai langkah awal, rencana pembangunan ducting akan diprioritaskan di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai proyek percontohan.

Dalam pelaksanaannya, Diskominfo akan bekerja sama dengan sejumlah perangkat daerah terkait seperti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan para penyedia layanan telekomunikasi agar penataan jaringan dapat dilakukan secara bersama-sama.

Regulasi Penataan Kabel Sedang Disiapkan

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga berencana menyusun regulasi atau pedoman teknis mengenai penataan jaringan utilitas telekomunikasi di daerah.

Aturan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi para penyedia layanan dalam membangun jaringan sehingga pemasangan kabel dapat dilakukan secara lebih tertib, aman, dan terkoordinasi.

“Ke depan regulasi atau pedoman teknis penataan jaringan utilitas telekomunikasi menjadi kebutuhan penting agar pembangunan jaringan tetap mendukung konektivitas digital tetapi juga tertib, aman, dan estetis,” ujar Teguh.

Meski demikian, ia menegaskan upaya penataan jaringan kabel tidak akan mengganggu layanan internet yang saat ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap langkah penataan akan dilakukan melalui koordinasi dengan para penyedia layanan telekomunikasi agar prosesnya berjalan bertahap dan terencana.

“Penataan akan dilakukan secara bertahap dan melalui koordinasi dengan provider, sehingga layanan internet untuk sekolah, UMKM, perkantoran maupun masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.***

You can share this post!