Portal Media Online - KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Job Fair Kutai Barat Tahun 2026 di Gedung Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (7/7/2026).
Rapat tersebut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat Nopandel, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Yuli Permata Mora, unsur Forkopimda, pimpinan perusahaan, pimpinan hotel, serta pelaku usaha dari berbagai sektor yang akan dilibatkan dalam penyelenggaraan bursa kerja.
Mewakili Bupati Kutai Barat, Asisten I Setkab Nopandel membuka secara resmi rapat koordinasi tersebut. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, ia menegaskan bahwa rapat ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan Job Fair 2026 berjalan dengan baik, terencana, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kutai Barat.
“Tantangan ketenagakerjaan saat ini masih cukup kompleks. Masih terdapat keterbatasan informasi mengenai kesempatan kerja yang diterima masyarakat, sementara di sisi lain masih terjadi ketidakseimbangan antara ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha, baik dari segi jumlah maupun kompetensi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, Job Fair menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja secara langsung,” ujar Nopandel membacakan sambutan Bupati.
Ia meminta Disnakertrans bersama seluruh panitia mempersiapkan pelaksanaan Job Fair secara matang, mulai dari proses pendaftaran peserta, penyusunan alur kegiatan, susunan acara, penyediaan fasilitas walk-in interview, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
“Pastikan seluruh tahapan telah disusun secara sistematis sehingga pelaksanaan kegiatan nanti berjalan tertib, aman, dan lancar,” tegasnya.
Selain itu, Nopandel juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala, seperti lonjakan jumlah pencari kerja, gangguan jaringan internet, pengaturan arus pengunjung, keamanan, hingga pelayanan kepada peserta.
Ia menilai setiap potensi hambatan harus diantisipasi sejak dini agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Nopandel mengajak seluruh perusahaan dan badan usaha yang beroperasi di Kabupaten Kutai Barat untuk berpartisipasi aktif dengan membuka lowongan kerja bagi putra-putri daerah. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penyelenggaraan Job Fair.
“Job Fair Kabupaten Kutai Barat tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi sarana yang efektif mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Keberhasilannya bukan hanya diukur dari banyaknya perusahaan yang berpartisipasi, tetapi juga dari banyaknya masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Kutai Barat. Seiring berkembangnya investasi di berbagai sektor, tenaga kerja lokal harus memiliki kompetensi dan daya saing agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha.
Menurutnya, penyelenggaraan Job Fair merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Mengakhiri sambutannya, Nopandel mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen dan koordinasi agar pelaksanaan Job Fair 2026 berjalan sukses dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga melalui kegiatan ini kita dapat membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang berkualitas, menekan angka pengangguran, serta mendukung terwujudnya Kutai Barat yang semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.