Portal Media Online - Perbesar
poskomalut, Forum Pelajar Mahasiswa Wayatim (Forpmasi-Wayatim) mengecam Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Kecaman itu menyusul minimnya perhatian Pemprov Malut terhadap kondisi jalan dan sungai di jalan lintas Bibinoi-Wayatim, Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan.
Jalan berstatus ruas provinsi tersebut menghubungkan lima desa. Di antaranya Desa Bibinoi, Tabapoma, Tutupa, Tomara dan Wayatim, tak kunjung kelar dibangun sejak 2015 lalu.
Baca Juga: Polisi Serahkan Kasus Rudapaksa Siswi SMP di Halsel ke Jaksa
Kondisi jalan yang sangat buruk dikeluhkan warga setempat sejak lama. Puncaknya pada insiden salah satu ibu hamil nyaris meregang nyawa akibat kondisi jalan tidak layak dilewati.
“Dengan kejadian, Kamis 26 Februari 2026 seorang ibu hamil yang bernama Wahyuni Hi Latif asal Wayatim dirujuk ke Puskesmas Bibinoi nyaris tak tertolong, karena kondisi jalan-sungai tak miliki jembatan hingga tidak bisa dilalui akibat banjir. Kejadian ini sudah harus menjadi catatan penting Ibu Gubernur Sherly Tjoanda dan pemerintah kabupaten,” kata Ketua Forpmasi-Wayatim, Suritno Tahmid, Jumat (27/2/2026).
Menurut Suritno, kejadian serupa bukan baru pertama kali dialami masyarakat Bacan Timur Tengah.
Baca Juga: Polres Halmahera Selatan Klaim Tindak Tegas Tambang Ilegal
“Kejadian yang mengancam keselamatan nyawa masyarakat ini, kami (Forpmasi) menilai pemerintah provinsi dan kabupaten lalai menjalankan tugas pemerintahan. Padahal, jalan tersebut adalah jalur utama yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat di lima desa saat beraktivitas ke kota,” tuturnya.
Berdasarkan data 2018, kata Suritno, di masa pemerintahan sebelumnya, jalan Bibinoi-Wayatim masuk prioritas pembangunan dengan beberapa ruas jalan lainnya.
“2018 pemrintah provinsi telah menetapkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas, Termasuk Jalam di Bacan Timur Tengah, sebesar Rp35 miliar. Anggaran puluhan miliaran itu untuk pembangunan jalan dan jambatan tapi sampai saat ini tidak pernah direalisasikan,” bebernya kesal.
Baca Juga: PUPR Halsel Tak Tahu Mobilisasi Alat Berat ke Lokasi Proyek yang Belum Ditender
Mewakili seluruh masyarakat Bacan Timur Tengah, Suritno meminta Gubernur Sherly Tjoanda merespons kondisi jalan Bibinoi-Wayatim.
Tujuannya, anggaran jalan Trans Kie Raha yang kurang menyentuh akses masyarakat dapat dikurangkan. Tapi memprioritaskan jalan utama yang menjadi akses masyarakat.
“Gubernur Sherly Tjoanda tak harus prioritaskan jalan Trans Kie Raha, karena jalan itu jika dikaji secara kritis hanya menjadi strategi Pemerintah Pusat dalam menguntungkan atau memuluskan investasi pertambangan. Intinya kami memiliki harapan besar ke Gubernur Sherly untuk membijaki jalan Bibinoi-Wayatim,” pintanya.
Baca Juga: Abdillah Kamarullah Definitif Sekda, Ini Pesan Bupati Bassam
Bagikan:
Tim Redaksi
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Poskomalut.com.
Berita Terkait
Polres Halsel Serahkan Berkas Perkara Tambang Ilegal ke Jaksa
Polisi Serahkan Kasus Rudapaksa Siswi SMP di Halsel ke Jaksa
Polres Halmahera Selatan Klaim Tindak Tegas Tambang Ilegal
PUPR Halsel Tak Tahu Mobilisasi Alat Berat ke Lokasi Proyek yang Belum Ditender
Abdillah Kamarullah Definitif Sekda, Ini Pesan Bupati Bassam
Ibu Bhayangkari di Halsel Jadi Korban KDRT
Berkah Ramadan, Polres Halsel Bagi-bagi Takjil
Matangkan Pelantikan, PWI Halmahera Selatan Temui Bupati Bassam
Terkini
Kota Ternate
KPK Warning PBJ Pemkot Ternate
5 jam yang lalu
Morotai
Rusli Sibua Semangati Para Atlit Raih Prestasi di Porprov Malut
7 jam yang lalu
Halmahera Tengah
Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid RSUD Halteng Naik Status
7 jam yang lalu
Halmahera Selatan
Polres Halsel Serahkan Berkas Perkara Tambang Ilegal ke Jaksa
7 jam yang lalu
Halmahera Timur
Pemda Haltim Pastikan Hak ASN dan PPPK Terpenuhi
8 jam yang lalu
Halmahera Timur
Bupati Haltim Lantik Tiga Pejabat Administarator
14 jam yang lalu
Hukrim
Villa Lago Montana Masuk Radar Penyelidikan Kejari Ternate
14 jam yang lalu
Morotai
Ombudsman Malut Dampingi Pemda Morotai Kejar Opini Pelayanan Publik 2026
17 jam yang lalu
Morotai
Tahun Ini Morotai Dapat 440 Unit RTLH
1 hari yang lalu
Morotai
Pemkab Morotai Lepas Kontingen Pesparawi Nasional ke Manokwari
1 hari yang lalu