Medan, InfoPublik — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra.
Hal itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi percepatan pemulihan akses telekomunikasi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra di Balai Monitoring Medan, Senin (1/12/2025).
Dalam pembukaan, Meutya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh korban jiwa di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Ia menegaskan bahwa sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, seluruh kekuatan negara harus bersatu dan bergerak cepat untuk memulihkan wilayah terdampak.
“Fokus kami adalah percepatan pemulihan akses telekomunikasi agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan keluarga dan memperoleh informasi resmi dengan cepat,” ujar Meutya.
Menkomdigi memaparkan perkembangan pemulihan jaringan hasil kerja gabungan pemerintah dan operator. Di Sumatera Barat, tingkat pemulihan operator sudah melampaui 95 persen, sementara Sumatera Utara mencapai 90 persen.
Namun, Aceh masih menjadi titik kritis dengan pemulihan berada di level 60 persen. Pemerintah dan operator menargetkan peningkatan signifikan dalam empat hari. Berdasarkan koordinasi dengan PLN, suplai listrik akan mulai stabil sehingga pemulihan jaringan ditarget mencapai 75 persen pada 5 Desember.
“Dengan ketersediaan listrik yang terus kita upayakan bersama PLN, kami optimistis Aceh dapat mengejar target pemulihan,” kata Meutya.
Untuk mempercepat konektivitas di lokasi-lokasi terisolasi, pemerintah memaksimalkan dukungan jaringan satelit. Starlink telah mengaktifkan 149 titik layanan di tiga provinsi terdampak. Sementara itu, operator nasional menambah perangkat darurat dan mengintegrasikan akses dengan jaringan pemerintah.