Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menekankan perlunya penguatan literasi digital dan ketahanan di kalangan anak dan pemuda. Hal ini dianggap krusial dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama risiko yang ditimbulkan oleh judi daring.
Arifah Fauzi menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan teknologi secara efektif, tetapi juga memahami konsekuensi dari aktivitas daring, termasuk potensi risiko yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan mental anak-anak dan remaja.
Dengan semakin berkembangnya akses internet, judi daring menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai. Anak-anak dan pemuda yang kurang memiliki pengetahuan tentang risiko ini rentan terjebak dalam aktivitas yang merugikan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan anak-anak dan pemuda dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia digital dan terhindar dari risiko judi daring.