Peran Keluarga dalam Mengelola Emosi Anak
Lifestyle

Peran Keluarga dalam Mengelola Emosi Anak

Portal Media Online - RRI.CO.ID, Serang - Keluarga dinilai menjadi sekolah pertama dalam membentuk cara seseorang mengenali dan mengelola emosinya. Hal itu disampaikan Konselor Aku Temanmu, Muhamad Jutana, dalam program Teman Ngabuburit di Pro 2 RRI Banten, Jumat, 20 Februari 2026.

Jutana menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan awal yang membentuk karakter anak, baik dari sisi genetik maupun pola asuh sehari-hari. Menurutnya, karakter seseorang tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari interaksi yang terus-menerus terjadi di rumah.

“Keluarga menjadi contoh pertama dan utama. Cara orang tua mengekspresikan marah, sedih, atau senang akan direkam dan ditiru anak. Maka orang tua perlu memberi informasi baru bahwa marah tidak harus dengan teriak atau menyakiti,” ucap Jutana.

Jutana juga menjelaskan, anak pada dasarnya belajar melalui proses meniru. Ketika sejak kecil anak menyaksikan kemarahan diekspresikan dengan bentakan atau kekerasan, maka pola itu akan tersimpan dalam memorinya sebagai respons yang dianggap wajar.

Sebaliknya, jika orang tua mampu menunjukkan cara menyampaikan ketidaknyamanan dengan tenang dan terbuka. Maka anak pun akan belajar bahwa emosi bisa dikelola tanpa melukai diri sendiri maupun orang lain.

Ia menambahkan, keluarga bukan hanya tempat pertama anak mengenal kasih sayang, tetapi juga ruang awal memahami konflik. Dari rumah, anak belajar apakah perbedaan pendapat diselesaikan dengan dialog atau justru dengan amarah yang meledak-ledak.

“Kalau orang tua sudah sadar dan mau belajar, mereka bisa mengganti pola lama dengan pola baru yang lebih sehat. Ini memang proses, tapi sangat mungkin dilakukan,” ujarnya.

Karena itu, Jutana mendorong para orang tua untuk tidak ragu mengevaluasi cara mereka merespons emosi di depan anak. Menurutnya, perubahan kecil dalam cara bereaksi dapat berdampak besar pada pembentukan ketahanan emosi anak di masa depan.

You can share this post!