Perempuan Disabilitas di Samarinda Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pelecehan di TikTok
Sosial

Perempuan Disabilitas di Samarinda Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pelecehan di TikTok

Kamis, 05/02/2026

— Seorang perempuan penyandang disabilitas di Kota Samarinda resmi menempuh jalur hukum setelah menjadi korban dugaan pelecehan dan perundungan melalui media sosial TikTok.

Video yang menampilkan korban tanpa izin tersebut diketahui diunggah pada Kamis (22/1/2026) lalu dan memicu respons warganet yang dinilai merendahkan.

Korban, Richa Rahim yang juga sebagai Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Samarinda menyebut video itu direkam secara diam-diam di ruang publik, tepatnya di kawasan Teras Samarinda, saat dirinya pulang kerja dan berhenti di dekat lampu lalu lintas. Richa mengaku sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang direkam oleh orang tak dikenal.

“Saya tidak tahu kalau sedang direkam. Saya baru tahu setelah video itu beredar dan ada yang memberi tahu saya. Saat itu saya sangat kaget dan terpukul,” ujar Richa, Kamis (5/2/2026)

Menurutnya, meski video tersebut tidak disertai keterangan tertulis, penggunaan musik latar serta komentar warganet telah membentuk narasi penghinaan terhadap dirinya sebagai penyandang disabilitas.

“Tidak ada caption, tapi musik dan kolom komentar itu sudah sangat menyakitkan,” katanya.

Richa menambahkan, unggahan tersebut justru disematkan oleh pemilik akun karena dianggap ramai dan masuk For Your Page (FYP). Upaya menegur dan meminta klarifikasi secara langsung pun tidak direspons.

Berita Terkait

You can share this post!