Perilaku di Ruang Digital: Dari Dunia Virtual Menuju Tanggung Jawab Nyata
Ruang Daring

Perilaku di Ruang Digital: Dari Dunia Virtual Menuju Tanggung Jawab Nyata

Dunia maya, meskipun sering dianggap sebagai ruang virtual, memiliki konsekuensi yang sangat nyata bagi penggunanya. Sejak koneksi internet resmi dimulai pada 19 November 1997, Asosiasi Internet Vietnam (VIA) mencatat bahwa hampir 80 juta orang di Vietnam telah menggunakan internet hingga akhir tahun 2025. Rata-rata, masyarakat Vietnam menghabiskan waktu sekitar 7 jam sehari di dunia maya untuk berbagai aktivitas seperti belajar, bekerja, dan berinteraksi. Dengan data ini, Vietnam menempati posisi sebagai salah satu pasar media sosial paling dinamis di Asia Tenggara, dengan tingkat penggunaan yang jauh melebihi rata-rata regional.

Namun, meskipun teknologi digital membawa banyak manfaat, tantangan di lingkungan daring juga tidak kalah besar. Disinformasi, berita palsu, dan konten yang dimanipulasi oleh kecerdasan buatan semakin marak. Situasi ini diperburuk oleh cepatnya penyebaran informasi, tingginya tingkat anonimitas, dan jangkauan luas yang dimiliki platform digital, yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang dengan dampak negatif yang signifikan, terutama bagi kaum muda.

Menurut laporan dari Lembaga Penelitian Pemuda, hampir 17% anak muda di Vietnam menggunakan internet dan media sosial selama 8 jam atau lebih setiap hari, memperingatkan tentang risiko kecanduan media sosial yang dapat memengaruhi psikologi dan proses pembelajaran mereka. Tran Thuy Ninh, seorang pengguna aktif berbagai platform media sosial, mengungkapkan bahwa meskipun ia menggunakan media sosial untuk hiburan dan berinteraksi dengan teman-teman, banyak konten berbahaya dan informasi yang tidak akurat yang dapat menjerat pengguna tanpa disadari.

Di Ninh Binh, transformasi digital yang cepat juga telah menciptakan tantangan tersendiri, dengan banyak perilaku menyimpang yang muncul di ruang daring, termasuk penyebaran informasi palsu terkait situasi politik dan sosial. Kepolisian Provinsi Ninh Binh baru-baru ini menangani beberapa individu yang menyebarkan informasi tidak berdasar di media sosial, terutama menjelang pemilihan anggota Majelis Nasional ke-16.

Kesadaran mengenai dampak perilaku daring semakin mendesak, dan untuk itu, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata telah mengeluarkan Keputusan No. 423/QD-BVHTTDL tentang Kode Etik Perilaku Budaya di Lingkungan Digital. Kode ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab individu dalam berinteraksi di dunia maya, dengan mengatur perilaku agar sesuai dengan hukum Vietnam serta menghormati nilai-nilai budaya dan etika.

Keberadaan Kode Etik ini merupakan langkah maju yang signifikan dibandingkan dengan Kode Etik untuk Media Sosial yang dikeluarkan pada tahun 2021, mengingat perkembangan pesat dalam teknologi digital. Dalam Kode tersebut, diatur prinsip-prinsip dasar perilaku yang harus dipatuhi oleh individu dan organisasi, termasuk kewajiban untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan bertanggung jawab atas konten yang diunggah.

Bapak Tran Duc Long, Ketua Asosiasi Jurnalis Provinsi, menekankan pentingnya Kode Etik ini dalam membimbing perilaku jurnalis di Ninh Binh, terutama dalam konteks penggunaan media sosial sebagai saluran komunikasi yang berpengaruh. Ke depan, Asosiasi Jurnalis Provinsi berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan mempromosikan penggunaan media sosial yang aman.

Kegiatan sosialisasi Kode Etik ini juga dilakukan oleh organisasi lain, termasuk Serikat Perempuan Komune Hai Hau, yang memberikan pelatihan bagi anggotanya tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Ibu Do Thi Hieu, Ketua Serikat tersebut, menekankan pentingnya melindungi data pribadi dan menghindari penyebaran informasi yang berpotensi berbahaya.

Dengan demikian, meskipun ruang digital bersifat virtual, dampak dan tanggung jawab yang menyertainya adalah nyata. Membangun perilaku yang baik di dunia maya menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman bagi semua pengguna.

You can share this post!