PHDI Badung Menegaskan Komitmennya terhadap PHDI Pusat Terkait Hari Raya Nyepi
Pusat Online

PHDI Badung Menegaskan Komitmennya terhadap PHDI Pusat Terkait Hari Raya Nyepi

Mangupura – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung mengeluarkan pernyataan resmi terkait wacana pemindahan pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang direncanakan pada tilem kesanga. Organisasi ini menegaskan akan tetap berpegang pada keputusan yang dikeluarkan oleh PHDI Pusat dan tidak akan mengikuti arahan dari organisasi lain.

Ketua PHDI Badung, Dr. Drs. I Gede Rudia Adiputra, M.Ag, mengakui bahwa wacana ini telah menimbulkan keresahan di kalangan umat Hindu. Ia menyoroti bahwa wacana tersebut seolah-olah mendapatkan dukungan dari pemerintah Provinsi Bali, namun PHDI Badung akan tetap bersikap tenang dan tidak reaktif.

“Sikap kita hanya dua, pertama tegak lurus dengan PHDI Pusat. Yang kedua, kami di PHDI Badung tidak akan mengikuti arahan atau himbauan organisasi manapun, kecuali dari PHDI Pusat,” ungkap Rudia saat dihubungi pada Senin (5/1/2026). Ia enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai perbedaan tafsir dan sumber pustaka yang berkaitan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Rudia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, PHDI Pusat akan mengadakan Forum Diskusi Group (FGD) yang salah satu agendanya adalah membahas wacana pemindahan pelaksanaan Hari Raya Nyepi. “Nanti hasil FGD ini akan disampaikan kepada umat sebagai tuntunan dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi,” imbuhnya.

Wacana pemindahan pelaksanaan Hari Raya Nyepi ini pertama kali muncul dalam Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat yang dilaksanakan pada 30 Desember 2025 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, yang kemudian menjelaskan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap kajian dan bukan keputusan final.

You can share this post!