Portal Media Online - WARTA PONTIANAK – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi nasional sebagai langkah strategis menghadapi verifikasi partai politik dan Pemilu 2029.
Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat posisi partai dalam sistem demokrasi sekaligus menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menegaskan bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan kekuatan politik dan peran negara.
Menurutnya, partai politik perlu berada dalam lingkar kekuasaan agar mampu melahirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“Mustahil kita bisa menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan rakyat jika kita jauh dari kekuasaan. Dalam sistem demokrasi, kekuasaan menjadi sarana untuk melahirkan kebijakan,” ujar Mardiono kepada wartawan di Pontianak di sela sela kegiatan Muswil IX PPP Kalimantan Barat, Jumat 27 Februari 2026.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara (pemimpin). Ulama berperan sebagai pengingat agar kebijakan tetap arif dan bijaksana, sementara pemimpin menjalankan amanah dengan mempertimbangkan manfaat serta dampaknya bagi masyarakat.
Di sisi lain, Mardiono menyebut bahwa mandat rakyat menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan politik, baik di tingkat eksekutif seperti kepala daerah, maupun legislatif seperti DPRD.
“Dalam sistem demokrasi, kebijakan besar lahir dari produk politik. Tanpa mandat kuat dari rakyat, sulit menghadirkan perubahan yang signifikan,” tegasnya.