Proses Belajar di SDN Sambirata Beralih ke Daring Setelah Terjadi Kerusakan Akibat Puting Beliung
Ruang Daring

Proses Belajar di SDN Sambirata Beralih ke Daring Setelah Terjadi Kerusakan Akibat Puting Beliung

CILONGOK – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 1 Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas terpaksa dialihkan ke metode daring setelah bencana angin puting beliung menerjang desa tersebut pada Minggu (22/02/2026) sore. Kerusakan parah pada sejumlah ruang kelas dan fasilitas sekolah membuat gedung tidak layak dan aman untuk digunakan.

Keputusan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh ini diambil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Taryono, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, menjelaskan bahwa pembelajaran daring akan berlangsung selama masa tanggap darurat.

“Untuk sementara, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring selama satu minggu. Kami sedang melakukan inventarisasi kerusakan dan menyusun langkah perbaikan,” ungkap Taryono pada Senin (23/2/2026).

Dwi Irawan, Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, juga menyatakan bahwa kondisi bangunan sekolah saat ini sangat membahayakan. Hampir seluruh atap ruang kelas mengalami kerusakan berat akibat angin kencang.

“Saya sarankan pembelajaran dilaksanakan secara daring karena hampir semua atap SD rusak dan ruang kelas tidak bisa dipergunakan. Keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama,” tegas Dwi Irawan.

Kerusakan di SDN 1 Sambirata cukup masif, dengan rincian yang disampaikan oleh Kepala Sekolah Heri Wijiarto. Ruang kelas 1A, 1B, dan 1C mengalami pecah genteng, sementara ruang kelas 2A dan 2B mengalami ambruknya sebagian plafon. Ruang kelas 3A dan 3B kehilangan atap dan jendela kaca yang pecah. Kerusakan serupa juga terjadi di ruang kelas 4 dan 5, ruang guru, hingga perpustakaan yang juga berfungsi sebagai ruang UKS. Sejumlah arsip penting di ruang guru dilaporkan basah akibat hujan. Selain itu, pohon tumbang menimpa pagar sekolah, menambah daftar kerusakan yang ada.

Slamet, penjaga sekolah yang menyaksikan kejadian tersebut, menceritakan bahwa sekitar pukul 14.30 WIB, saat ia bersiap menyambut aktivitas sekolah pasca liburan, hujan deras tiba-tiba disertai angin puting beliung yang mengarah langsung ke bangunan sekolah.

“Dalam kondisi hujan deras, tiba-tiba muncul angin puting beliung yang mengarah langsung ke sekolah. Saya langsung bergegas menyelamatkan diri dari jatuhnya puing-puing,” kata Slamet.

Setelah angin reda sekitar pukul 15.00 WIB, Slamet bersama sejumlah guru dan warga sekitar mulai mengamankan barang-barang berharga serta mendata kerusakan. Kerjasama antara pihak sekolah, warga, dan pemerintah setempat terus dilakukan, mulai dari pembersihan puing hingga pendataan kerugian material secara rinci.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pemulihan masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama BPBD dan Dinas Pendidikan berkomitmen untuk segera memperbaiki fasilitas sekolah agar proses belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan dalam waktu dekat.

You can share this post!