SDN 5 Banjar, yang terletak di dekat aliran Sungai Tukad Mendaum, mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang terjadi baru-baru ini. Sekolah tersebut terendam lumpur setinggi lutut orang dewasa, mengakibatkan sejumlah ruang kelas tidak dapat digunakan.
Proses belajar mengajar terpaksa dialihkan secara daring, sebagai langkah sementara hingga kondisi sekolah kembali memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka. "SDN 5 Banjar masih dalam tahap pembersihan. Kami masih fokus membersihkan sekolah karena lumpurnya masih sangat tebal," ujar pihak sekolah.
Kondisi bangunan sekolah yang berundak menyebabkan tiga ruang kelas berada pada posisi yang lebih rendah dari jalan, sehingga lumpur mengalir ke lokasi tersebut. Ruang kelas yang terdampak langsung oleh banjir antara lain kelas 3, kelas 4, kelas 6, dan ruang perpustakaan. Sementara itu, ruangan di lantai atas, seperti kelas 1, kelas 2, kelas 5, dan ruang guru, relatif aman dari genangan air.
Beberapa buku, termasuk buku paket yang terendam lumpur, kini dalam kondisi tidak bisa digunakan lagi. "Buku-buku yang terendam sudah belepotan lumpur, sehingga tidak bisa dipakai," tambahnya.
Untuk sementara waktu, siswa dari kelas yang terdampak akan menjalani pembelajaran secara daring. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) juga telah melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah lain untuk meminjam perangkat pembelajaran yang diperlukan. "Kami sudah memetakan kebutuhan dan sementara meminjam perangkat dari sekolah lain," ungkapnya.
Selain itu, untuk pelaksanaan evaluasi belajar, terutama ujian TKA, siswa direncanakan untuk mengikuti ujian di sekolah terdekat. Tidak menutup kemungkinan akan diterapkan sistem double shift agar kegiatan belajar tetap berlangsung. "Kami masih menunggu perkembangan selanjutnya. Untuk sementara siswa masih belajar daring," jelasnya.
Proses pembersihan sekolah dimulai pada hari Minggu (8 Maret 2026), dengan melibatkan puluhan personel TNI dari Kodim 1609/Buleleng. Pada hari Senin (9 Maret 2026), bantuan dari relawan dan masyarakat juga mulai berdatangan, dan siswa turut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih sekolah mereka.
Dengan upaya pembersihan yang sedang berlangsung, diharapkan aktivitas belajar dapat segera kembali normal dalam waktu dekat.