PT Agrinas Palma Nusantara Laporan Kinerja Keuangan Semester I 2025
Pusat Online

PT Agrinas Palma Nusantara Laporan Kinerja Keuangan Semester I 2025

Jakarta, HAISAWIT - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mengungkapkan kinerja keuangannya untuk Semester I 2025 dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Selasa (23/9). Dalam kesempatan ini, perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan sawit ini melaporkan pendapatan mencapai Rp2,4 triliun dan gross profit sebesar Rp1,2 triliun.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Jenderal TNI (Purn.) Agus Sutomo, memberikan apresiasi kepada anggota Komisi VI DPR RI yang hadir dalam rapat tersebut. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari seluruh anggota dewan, khususnya Komisi VI, yang telah memberi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan dan kinerja perusahaan dalam mengelola perkebunan sawit. Masukan dari anggota dewan merupakan catatan penting bagi kami dalam menjalankan tugas yang diemban," ungkap Agus Sutomo.

Dalam presentasinya, perusahaan menjelaskan mandat pengelolaan lahan perkebunan sawit seluas 1,5 juta hektare di 15 provinsi. Luasan lahan ini merupakan penugasan negara yang dijalankan setelah transformasi dari PT Indra Karya menjadi BUMN di sektor sawit. "Hingga kini, kami mengelola lahan seluas 1,5 juta hektar yang tersebar di 15 provinsi, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lahan sesuai dengan prinsip Good Agricultural Practices (GAP)," tambahnya.

Sampai September 2025, perusahaan telah menerima total 1,507 juta hektare melalui empat tahap penyerahan aset, termasuk eks lahan Duta Palma dan Torganda. Dari total tersebut, sekitar 61 persen sudah ditanami, sedangkan 39 persen lainnya masih belum tergarap. Sebagian besar kondisi lahan yang diterima mengalami kerusakan sedang hingga berat, sehingga manajemen mengajukan dukungan pemerintah untuk mempercepat pemulihan lahan melalui regulasi dan izin usaha.

Selain laporan kinerja keuangan, Agrinas Palma Nusantara juga menguraikan strategi perbaikan yang mencakup normalisasi lahan, rehabilitasi, penambahan tenaga kerja, perbaikan infrastruktur, dan revitalisasi pabrik kelapa sawit (PKS) di berbagai lokasi operasional. "Kami berupaya untuk mengelola produktivitas secara berkelanjutan," tegas Agus Sutomo.

Perusahaan juga mengusulkan pemanfaatan gedung eks Duta Palma sebagai kantor pusat, yang dianggap lebih efektif mengingat lokasi dan fasilitas yang mendukung kinerja operasional di lapangan. Rapat dengar pendapat ini dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan membahas perkembangan Semester I 2025, rencana kerja perusahaan hingga akhir tahun, serta proyeksi pelaksanaan aksi korporasi pada 2026.

You can share this post!