KBRN, Sorong : Media sosial seperti Tik Tok dan Instagram sedang diramaikan dengan trend Aura Farming dari seorang bocah asal Provinsi Riau Indonesia, lewat aksinya menari di ujung depan sampan/perahu yang sedang melaju dalam Pacu Jalur.
Pacu Jalur merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau yang harus dilestarikan.
Adalah Rayyan Arkha Dikka, bocah Riau Pacu Jalur yang gerakannya disebut Aura Farming mendunia, aksinya tersebut viral setelah akun Instagram resmi club sepakbola dunia Paris Saint-Germain FC @psg memposting aksi para pemainnya melakukan selebrasi menirukan gaya Rayyan saat mereka bertanding. Bahkan klub sepakbola AC Milan ikut membagikan konten aura farming dengan gerakan tarian Pacu Jalur. Tidak hanya itu para selebriti, selebgram, youtuber, tiktokers dari berbagai belahan dunia ikut menirukan trend pacu jalur ini.
Rayyan Arkha Dikka yang sehari-hari akrab disapa Dikka tak menyangka aksinya akan viral, ia memulai sebagai penari Pacu Jalur sejak usia 9 tahun karena terinspirasi oleh sang ayah yang juga berprofesi sebagai penari Pacu Jalur. "Cita-cita dari dulu pengen jadi tukang tari lalu tercapai," ujarnya.
Ia pun membagikan tips menari di atas perahu yakni "Seimbangkan badan, seringlah latihan supaya tidak tenggelam, ikuti arah jalur, pertahankan kaki," ungkap Dikha.
Dilansir dari AI dan dalam konteks bahasa gaul, aura farming terdiri dari dua kata yakni aura yang berarti pancaran energi, karisma, atau kehadiran yang sangat kuat yang dimiliki seseorang. Sedangkan farming diartikan sebagai permainan yang dilakukan berulang kali untuk meningkatkan karakter atau kemamampuan.