ILUSTRASI. Simak rekomendasi saham TLKM, ISAT, EXCL
Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perjanjian dagang ART Indonesia-AS yang diikuti perubahan kebijakan tarif global dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja emiten sektor telekomunikasi dan menara dalam jangka pendek.
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, bisnis operator telekomunikasi nasional pada dasarnya masih bertumpu pada pasar domestik sehingga tidak terdampak langsung oleh kebijakan tarif tersebut.
Menurutnya, dampak terhadap PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) relatif terbatas karena ketiganya tidak bergantung pada ekspor ke Amerika Serikat.
“Dampaknya relatif terbatas dalam jangka pendek karena bisnisnya berbasis domestik dan tidak bergantung pada ekspor ke AS,” ujar Abida kepada Kontan, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: PGN (PGAS) Kian Solid di 2026, Analis Jagokan Midstream–Downstream dan Peran LNG
Hal serupa juga berlaku bagi emiten menara seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang dinilai tidak terkena dampak langsung pada sisi pendapatan.
Namun dalam jangka menengah, perubahan kebijakan tarif berpotensi memengaruhi struktur biaya industri, terutama melalui perubahan harga perangkat dan arah belanja modal operator.
Abida menjelaskan, penghapusan atau penurunan tarif perangkat telekomunikasi secara teori memang dapat membantu efisiensi investasi jaringan dan memperbaiki arus kas perusahaan. Meski begitu, dampaknya terhadap profitabilitas diperkirakan berlangsung bertahap.
“Komponen tarif bukan bagian dominan dari total belanja modal karena masih mencakup instalasi, fiberisasi, dan kontrak vendor jangka panjang,” jelasnya.
Dari sisi ekspansi, kemudahan impor teknologi dari AS dinilai dapat meningkatkan fleksibilitas pengadaan perangkat dan akses terhadap teknologi terbaru. Namun pertumbuhan aset emiten menara tetap bergantung pada kebutuhan trafik data operator.
Jika operator mempercepat pembangunan jaringan, emiten menara berpotensi memperoleh tambahan permintaan site. Sebaliknya, apabila industri masih fokus pada optimalisasi jaringan yang ada, pertumbuhan sektor ini cenderung moderat.
TLKM Chart by TradingView
Abida juga menilai katalis perdagangan tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tren negatif saham menara dalam waktu dekat. Tekanan valuasi sektor ini masih dipengaruhi tingkat leverage, biaya bunga, serta pertumbuhan tenancy ratio.
“Tanpa perbaikan fundamental operasional yang nyata, sentimen pasar kemungkinan tetap berhati-hati,” katanya.
Meski demikian, prospek sektor telekomunikasi masih dinilai menarik seiring pertumbuhan konsumsi data domestik. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli untuk TLKM dengan target harga Rp 4.000, ISAT Rp 3.000, serta EXCL Rp 3.500.
Sementara untuk sektor menara, investor disarankan tetap selektif dan konservatif sambil menunggu visibilitas pertumbuhan organik yang lebih kuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
INDEKS BERITA
Tag
Berita Terkait
momsmoney.id
IHSG Berpotensi Bergerak Sideways, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Jumat (20/2)
Investasi
Risiko Geopolitik Meningkat, Simak Rekomendasi Saham Sektor Migas
Investasi
Simak Rekomendasi Saham ICBP, AMRT, CMRY, dan MYOR untuk Perdagangan Rabu (18/2/2026)
Insight
Mengarungi Pekan Pendek, Net Sell Rp 5,47 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
momsmoney.id
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Kamis (19/2)
Investasi
Saham Big Banks Menguat Jumat (20/2), Simak Rekomendasi BBRI, BBCA, BMRI dan BBNI
TERBARU
Indeks »
Industri | 3 Jam 13 Menit lalu
HPM Ungkap Strategi Bisnis di Tengah Banyaknya Dealer Mobil yang Tutup
Industri | 3 Jam 29 Menit lalu
Mesin Cuci dengan AI ke Indonesia Saat Daya Beli Lesu, Pasar Sensitif Harga & Listrik
Keuangan | 4 Jam 5 Menit lalu
CIMB Niaga Efisiensi Jumlah Kantor Cabang, Pertahankan Sekitar 300 Kantor Cabang
Industri | 4 Jam 10 Menit lalu
Nama DENZA Dipastikan Milik Worcas di Pasar Indonesia
Keuangan | 4 Jam 16 Menit lalu
Industri Asuransi Didorong Pakai Strategi Ini Guna Tingkatkan Kinerja Premi pada 2026
Keuangan | 4 Jam 31 Menit lalu
OJK Proyeksikan Premi Asuransi Jiwa Tumbuh, Ditopang Inovasi Produk dan Distribusi
Keuangan | 4 Jam 36 Menit lalu
Tugu Insurance: Dampak Pelemahan Rupiah ke Kinerja Relatif Terbatas
Industri | 4 Jam 50 Menit lalu
Intip Strategi CYBR guna Atasi Maraknya Serangan Siber di Indonesia
Pusat Data | 5 Jam 11 Menit lalu
Grafik Harga Emas Antam Batangan (12 April 2026), Hari Ini Naik atau Turun?
Nasional | 5 Jam 14 Menit lalu
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp 3,88 Miliar ke Kementerian PU
Indeks Berita