Provinsi Riau telah resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemilik perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia, berdasarkan pemutakhiran data statistik nasional yang dirilis pada Juli 2025. Dengan luas lahan mencapai 3.408,68 ribu hektar, Riau menjadi motor utama industri sawit nasional, memberikan kontribusi signifikan dibandingkan provinsi lainnya.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan kelapa sawit di Riau pada tahun 2024 mencapai lebih dari tiga juta hektar. Angka ini menunjukkan dominasi provinsi tersebut, mengingat total luas lahan kelapa sawit secara nasional mencapai sekitar 16.005,06 ribu hektar.
Berikut adalah rincian luas lahan kelapa sawit pada beberapa provinsi besar di Pulau Sumatera berdasarkan data tahun 2024:
Luas lahan di Riau bahkan melampaui gabungan luas perkebunan sawit di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, yang merupakan pesaing terdekat di wilayah barat. Dominasi Riau juga terlihat saat dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, yang masing-masing memiliki luas lahan sebesar 2.156,99 ribu hektar dan 2.164,25 ribu hektar.
Konsentrasi lahan kelapa sawit di Riau menunjukkan ketimpangan yang signifikan dibandingkan provinsi lain, dengan selisih lebih dari satu juta hektar dibandingkan wilayah di Kalimantan. Hal ini mencerminkan bahwa struktur ekonomi perkebunan di Riau sangat bergantung pada pengelolaan kelapa sawit sebagai komoditas unggulan.
Selain kelapa sawit, Riau juga memiliki keragaman komoditas perkebunan lain, meskipun tidak ada yang mendekati skala luas lahan kelapa sawit. Luas lahan kelapa di Riau tercatat sebesar 442,79 ribu hektar, sementara tanaman karet seluas 225,30 ribu hektar, dan tanaman kakao hanya mencapai 3,42 ribu hektar.
Penyebaran lahan sawit yang masif di Riau mencerminkan kesesuaian agroklimat serta sejarah panjang pengembangan perkebunan di wilayah tersebut. Luas lahan ini memberikan gambaran mengenai potensi produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang dihasilkan dari Riau setiap tahunnya.
Keunggulan luas lahan menjadikan Riau sebagai pemegang kendali penting dalam menjaga stabilitas ketersediaan bahan baku industri sawit, baik untuk kebutuhan ekspor maupun konsumsi dalam negeri.