Pontianak - Di tengah pandemi Covid-19, Eni Desiyani, seorang guru di SDIT Al Mumtaz, menemukan cara baru untuk mengajar dengan memanfaatkan platform daring. Selama dua pekan terakhir, Eni mulai membuat video pembelajaran dan mengunggahnya ke YouTube sebagai alternatif pembelajaran di kelas yang terpaksa ditunda.
Proses pembuatan video ini merupakan tantangan tersendiri bagi Eni. "Sungguh menguras tenaga dan pikiran, karena saya harus merancang materi, merekam, dan mengedit video secara mandiri," ungkapnya. Sebagai pengajar bahasa Inggris dan Bahasa Arab, Eni menyadari pentingnya metode pembelajaran yang interaktif, terutama di era pembelajaran jarak jauh.
Dalam materi yang diajarkannya, Eni seringkali menggunakan media visual seperti video dan gambar untuk memastikan siswa dapat memahami pelajaran dengan baik. Dalam video terbarunya, Eni menjelaskan konsep 'preposition of place' kepada siswa kelas 3 dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Namun, Eni juga menghadapi tantangan lain, seperti keterbatasan jaringan internet dan kondisi perangkat yang digunakan. Meski demikian, ia menemukan bahwa mengunggah video ke YouTube adalah solusi yang efektif untuk menjangkau siswa di empat kelas yang berbeda.
Untuk memfasilitasi proses belajar, Eni menciptakan video yang mengajarkan kosakata baru dengan melibatkan irama atau lagu. Siswa diharapkan dapat menyontoh dan merekam diri mereka setelah menghafal, lalu mengirimkan rekaman tersebut kepada Eni. Dengan cara ini, Eni dapat memberikan tugas yang fleksibel dan disesuaikan dengan situasi orang tua dan anak-anak.
"Saya memahami tidak semua orang tua dapat mendampingi anak-anak mereka sepanjang waktu, terutama yang bekerja di sektor kesehatan. Oleh karena itu, tugas yang diberikan tidak harus disetorkan pada hari yang sama," ujarnya. Untuk mempermudah koordinasi, Eni juga memanfaatkan grup WhatsApp.
Selama minggu-minggu awal, Eni mengakui bahwa persiapan materi masih belum terstruktur dengan baik. Namun, tantangan tersebut justru membangkitkan semangatnya untuk berinovasi dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa. "Kreativitas sangat diperlukan agar siswa tidak merasa bosan dan tetap semangat dalam belajar," tambahnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Eni berharap dapat terus memberikan pembelajaran yang berkualitas meskipun dalam kondisi yang tidak ideal. "Semoga teknologi mendukung proses belajar kami dan HP saya tetap kuat untuk menampung semua setoran video dari siswa," tuturnya dengan nada bercanda.