Portal Media Online - Dari perspektif Rusia, mendorong Timur Tengah ke dalam spiral eskalasi yang tak terkendali akan menciptakan preseden berbahaya. Moskow berpendapat bahwa tindakan AS dan Israel secara efektif mendorong negara-negara lain, khususnya negara-negara di kawasan itu, untuk memperoleh kemampuan militer yang semakin canggih guna mempertahankan diri dari ancaman yang muncul.
Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, juga mengkritik Presiden Donald Trump atas serangan tersebut, mempertanyakan kemampuan AS untuk mempertahankan pengaruh jangka panjang. Ia membandingkan sejarah Amerika yang masih muda dengan peradaban Persia kuno, menyiratkan bahwa kesabaran Iran mungkin jauh melampaui kesabaran lawannya.
Medvedev menulis di halaman pribadinya: "Penjaga perdamaian telah turun tangan lagi. Negosiasi dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu." Ia kemudian menekankan perbedaan sejarah yang sangat besar antara kedua negara: "Jadi siapa yang lebih sabar menunggu akhir yang mengerikan bagi musuh? AS baru berusia 249 tahun, sementara Kekaisaran Persia didirikan lebih dari 2500 tahun yang lalu. Mari kita lihat apa yang terjadi dalam sekitar 100 tahun..."