Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring telah menjadi salah satu solusi yang diterapkan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan di berbagai daerah, termasuk kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi yang belum kondusif, terutama setelah adanya demonstrasi pada akhir Agustus 2025, yang mengakibatkan pembelajaran tatap muka menjadi tidak memungkinkan.
Sekolah daring adalah sistem pembelajaran yang berlangsung secara online dengan memanfaatkan jaringan internet serta perangkat digital. Dalam model ini, interaksi antara guru dan siswa tidak dilakukan secara langsung di ruang kelas, melainkan melalui aplikasi tertentu seperti video conference (misalnya Google Meet atau Zoom) atau platform pembelajaran (seperti Google Classroom, Moodle, dan Edmodo).
Sekolah daring (online) dan sekolah luring (offline) memiliki perbedaan yang signifikan. Sekolah daring dilaksanakan secara jarak jauh dengan keterhubungan melalui internet tanpa kehadiran fisik di ruang kelas. Sementara itu, sekolah luring dilakukan secara tatap muka di sekolah dengan kehadiran fisik guru dan siswa. Berikut adalah beberapa perbedaan utama:
Sekolah daring menawarkan sejumlah kelebihan, antara lain:
Namun, sekolah daring juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:
Dengan memahami kelebihan dan kekurangan dari sekolah daring, diharapkan siswa, orang tua, dan pendidik dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital ini.