Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar di Auditorium H.M. Rasjidi
Hukum

Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar di Auditorium H.M. Rasjidi

Portal Media Online - JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad menyampaikan sidang isbat penetapan Idul Fitri kembali digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada 19 Maret 2026.

Berbeda dari sebelumnya sidang isbat penetapan awal Ramadhan yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, sidang penetapan Idul Fitri kembali digelar di Auditorium Rasjidi seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Pelaksanaan sidang kembali dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi setelah sebelumnya beberapa ruangan di area tersebut menjalani renovasi," jelas Abu dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Abu mengungkapkan, pertimbangan lokasi sidang isbat di Auditorium Rasjidi ini mengingat adanya ketersediaan ruang representatif bagi para tamu undangan.

"Pemilihan tempat mempertimbangkan aspek teknis, antara lain ketersediaan ruang representatif bagi tamu undangan serta suasana perkantoran dan lalu lintas yang relatif lengang karena sebagian besar pegawai dan masyarakat telah memasuki masa mudik," ucapnya.

Dalam sidang isbat penetapan Idul Fitri, Kemenag melibatkan banyak pihak, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya," ucapnya.

Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat.

Abu menambahkan, saat ini kesiapan teknis terus dimatangkan, termasuk koordinasi pemantauan rukyatulhilal di berbagai titik di Indonesia.

"Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah seluruh rangkaian sidang selesai.

"Hasil sidang isbat dan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah (dibacakan) oleh Menteri Agama," kata Abu.

You can share this post!