Portal Media Online - Bakrie Sumatera Plantation (BSP) menerapkan metode pendampingan intensif dengan melibatkan jajaran pimpinan tertinggi unit bisnis untuk mendidik secara langsung para calon asisten kebun di pusat pelatihan operasional lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan terjadinya perpindahan pengetahuan yang efektif serta memperpendek jarak komunikasi antara manajemen senior dan personel baru yang akan mengelola aset produktif kelapa sawit.
Talent Management Department Head BSP, Adhi Setyono, mengungkapkan bahwa program pengembangan sumber daya manusia melibatkan bukan hanya staf administratif atau departemen Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi juga General Manager yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan materi pembelajaran.
Partisipasi aktif General Manager dalam proses belajar mengajar memberikan bobot materi yang lebih tajam, berlandaskan pada pengalaman nyata menghadapi dinamika operasional di tingkat korporasi. Tujuan dari pendekatan ini adalah agar para calon pemimpin mendapatkan perspektif langsung dari praktisi berpengalaman di level strategis. Sistem edukasi ini bertujuan membentuk pemimpin masa depan yang memiliki ketangguhan mental serta kemampuan pengambilan keputusan yang cepat saat menghadapi kendala teknis di lapangan.
Kedekatan antara mentor tingkat tinggi dengan staf operasional baru mempermudah koordinasi serta sinkronisasi standar operasional prosedur di perusahaan tanpa melalui jalur birokrasi yang rumit. Investasi waktu dari para pimpinan senior mencerminkan fokus perusahaan dalam membangun fondasi kepemimpinan yang solid untuk menjaga daya saing industri kelapa sawit nasional di masa mendatang.