Starlink Mobile: Revolusi Konektivitas Satelit untuk Ponsel Tanpa Modifikasi
Sumber Foto: Selular.ID
Teknologi

Starlink Mobile: Revolusi Konektivitas Satelit untuk Ponsel Tanpa Modifikasi

Portal Media Online - BACA JUGA

Ada Restorasi Kabel Laut Palapa Ring, Kapasitas Bandwidth Satelit di Sangihe Ditambah

Eksperimen Ketika Agen AI Hidup Sebagai Masyarakat, Ternyata Penuh Kekacauan

Telkom Serap Belanja Modal Rp4,9 Triliun pada Kuartal I-2026

AI Rambah Sepak Bola, Wajah Olahraga Bakal Berubah?

Selular Award 2026 Hadirkan Diskusi Lintas Industri Telekomunikasi hingga Teknologi

Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Kolaborasi dengan Lintas Industri

Uday Rayana

Editor in Chief

Selular.ID – SpaceX mengubah merek layanan satelit langsung ke perangkatnya menjadi Starlink Mobile, sebuah layanan yang menggunakan satelit generasi kedua dari orbit Bumi rendah yang diposisikan sebagai pelengkap jaringan 5G terestrial, bukan sebagai pengganti.

Dalam gelaran MWC 2026 di Barcelona, Wakil Presiden Senior SpaceX Michael Nicolls mengatakan satelit generasi kedua akan menjadi pengubah permainan, membawa perusahaan melampaui layanan pesan, suara, dan video yang kompatibel dengan LTE dari konstelasi satelit awalnya.

“Konstelasi generasi kedua akan memberikan kemampuan broadband ke ponsel yang tidak dimodifikasi, menjangkau ratusan juta perangkat seiring dengan perluasan konstelasi,” katanya.

Konstelasi generasi kedua memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya kinerja tautan satelit 20 kali lebih besar daripada generasi pertama.

Starlink Mobile dikonfigurasi untuk menyediakan konektivitas seperti terrestrial yang mampu menjangkau wilayah yang selama ini tidak tercover oleh layanan telekomunikasi tradisional.

Nicholls mengatakan layanan ini akan meniru jaringan 5G dalam hal pengalaman yang diberikan, meskipun ditekankan bahwa layanan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan infrastruktur berbasis darat.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan memasarkannya sebagai pelengkap jaringan terestrial untuk area dengan cakupan yang jarang, atau sebagai opsi konektivitas selama bencana dan keadaan darurat lainnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor kunci yang memungkinkan layanan generasi kedua adalah penggunaan spektrum satelit S-band yang diselaraskan secara global yang diperoleh SpaceX dari EchoStar pada 2025.

“Spektrum ini memiliki hak IT prioritas yang memungkinkan kami untuk memperluas konstelasi secara global dengan tunduk pada persetujuan peraturan dan menawarkan tingkat layanan yang konsisten di mana pun kami beroperasi.”

Nicolls mengatakan SpaceX berkolaborasi dengan produsen perangkat dan modem untuk memastikan kompatibilitas yang luas untuk Starlink Mobile, yang rencananya akan diluncurkan pada pertengahan 2027.

Ia menjelaskan peningkatan koneksi pada satelit generasi kedua dicapai dengan menggunakan “antena susunan fase besar, lima kali lebih besar dari satelit generasi pertama kami dan empat kali lipat bandwidth per beam”.

SpaceX berencana menggunakan beam 20x20MHz bersama dengan “kemampuan baru seperti MIMO pada satelit.

SpaceX menggunakan standar NR-NTN Release-19 dari 3GPP untuk meningkatkan pengalaman pengguna: Nicolls memperkirakan peningkatan kualitas koneksi hingga sepuluh kali lipat bagi pelanggan di tepi jangkauan satelit.

Ia mengatakan satelit terbaru akan memiliki kepadatan data hampir 100 kali lebih tinggi daripada generasi pertama, dengan kecepatan unduhan data hingga 150Mb/s dimungkinkan dalam kondisi yang tepat.

Laju peluncuran satelit diperkirakan akan lebih tinggi karena kapasitas muatan yang lebih besar pada roket Starship generasi berikutnya milik SpaceX.

“Tujuan kami adalah untuk mengerahkan konstelasi yang mampu menyediakan cakupan global dan berkesinambungan dalam waktu enam bulan, dan itu kira-kira 1.200 satelit,” pungkas Nicholls.

Baca Juga:

SpaceX Kembangkan Perangkat Mobile Starlink dengan Konektivitas Satelit, Bukan Smartphone

Elon Musk Bantah Starlink Buat Ponsel

Perangkat Mobile Tapi Bukan Smartphone

Rencana SpaceX untuk meluncurkan Starlink Mobile sebelumnya telah terdengar kencang sejak akhir tahun lalu.

Perusahaan antariksa milik Elon Musk yang juga mengoperasikan layanan internet satelit Starlink itu, dikabarkan tengah mengembangkan sebuah perangkat mobile baru dengan konektivitas satelit langsung ke jaringan Starlink.

Namun perangkat itu bukan ponsel pintar konvensional (smartphone) seperti umum dipahami pada perangkat mobile saat ini.

Informasi awal mengenai rencana ini dilaporkan berdasarkan sumber yang memahami rencana internal perusahaan dan dikutip oleh Reuters dalam laporan yang beredar pada awal Februari 2026.

Menurut laporan tersebut, tujuan SpaceX mengembangkan perangkat baru ini adalah untuk menghadirkan pengalaman konektivitas satelit yang terintegrasi, yang secara fungsional menantang paradigma ponsel pintar tradisional, terutama dalam hal koneksi langsung ke konstelasi satelit Starlink.

Namun, Elon Musk secara langsung menegaskan lewat unggahan di platform X bahwa “kami tidak sedang mengembangkan ponsel” dalam arti perangkat smartphone yang umum dikenal saat ini.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa proyek tersebut mungkin berfokus pada form factor ataupun fungsi yang berbeda dari smartphone konvensional.

Musk dalam bagian lain tanggapannya menyebut bahwa jika Starlink suatu hari mengembangkan perangkat yang terhubung langsung ke satelit, itu akan “sangat berbeda dari ponsel saat ini.”

Tags

Starlink

starlink mobile

BERITA SEBELUMNYA

Cara Cek Nomor WhatsApp yang Sering Dihubungi Pasangan

BERITA SELANJUTNYA

MediaTek Pamerkan AI, 6G, dan Data Center di MWC 2026

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

Layanan D2D Segera Masuki Tahap Komersialisasi, Operator Tak Ingin Tergantung Pada Starlink

Blibli Store Kini Jual Starlink, Harga Mulai 4 Jutaan

MediaTek dan Starlink Hadirkan Fitur Satelit Darurat di Perangkat Seluler

SpaceX Kembangkan Perangkat Mobile Starlink dengan Konektivitas Satelit, Bukan Smartphone

Elon Musk Bantah Starlink Buat Ponsel

Kebijakan Baru Starlink Picu Polemik: Data Pengguna Dipakai Latih AI

BERITA PILIHAN

Acer Gebrak Pasar PC AI lewat Aspire Copilot+ dan Desktop All-in-One

Selular Award 2026 Akan Berikan Penghargaan ke Pelaku Industri yang Percepat Transformasi Digital

Selular Award 2026 Akan Menjadi Ajang Kolaborasi Lintas Industri

Google Rogoh Rp15 Triliun per Bulan Demi Gemini AI

Amazfit Balance 3 dan Balance Ultra Mulai Edar

Apple Tinggalkan Vision Pro, Fokus Kembangkan Kacamata Pintar

Waspada! Nonton Drama China Tiba-tiba Isi Rekening Raib

MoraRepublic Ungkap Tantangan Besar Perluasan Internet ke 107 Kota