Portal Media Online - Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas'ud, meninjau Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) untuk memastikan percepatan industrialisasi kelapa sawit dan penguatan ekonomi berbasis nilai tambah.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar yang bertujuan menggeser ketergantungan daerah pada sektor ekstraktif menuju industri pengolahan. Kawasan ini dipersiapkan sebagai pusat ekonomi baru yang mengandalkan komoditas unggulan perkebunan dan mineral.
Pengembangan infrastruktur strategis di kawasan ini telah menyerap anggaran sekitar Rp1,7 triliun dengan total nilai proyek diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memanfaatkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk memfasilitasi kebutuhan investor. KEK Maloy memiliki posisi geostrategis yang berada pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II, menghubungkan berbagai negara di kawasan timur.
Sektor prioritas yang dikembangkan di kawasan industri Maloy meliputi pusat pengolahan Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) dan produk turunannya, industri pengolahan mineral, gas, dan batu bara berbasis teknologi, serta fasilitas logistik internasional dan penyediaan energi terpadu. Rencana pembangunan mencakup penyediaan pelabuhan internasional dan peningkatan kualitas jalan akses. Kawasan ini diharapkan mampu menarik minat banyak calon penanam modal, memastikan setiap komoditas mentah asal Kalimantan Timur melalui proses hilirisasi di dalam negeri, dan memberikan dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan nilai ekspor.