Trans Track Luncurkan Sistem Pelacakan Real-Time untuk Amankan Distribusi CPO
Pusat Online

Trans Track Luncurkan Sistem Pelacakan Real-Time untuk Amankan Distribusi CPO

Jakarta, HAISAWIT – Trans Track telah meluncurkan sistem pengawasan armada angkutan kelapa sawit yang berfungsi untuk meminimalisir risiko kehilangan muatan selama proses distribusi dari lokasi perkebunan menuju pabrik pengolahan. Sistem ini diperkenalkan pada Rabu (28/01/2026) dan dirancang untuk menutup celah kecurangan dalam pengangkutan Minyak Sawit Mentah (CPO) melalui penerapan teknologi pelacakan otomatis.

Dengan sistem keamanan yang terintegrasi dengan pusat kendali manajemen, Trans Track berupaya memberikan solusi menyeluruh untuk alur logistik armada. Vice President Business Development Trans Track, Ndaru Ruseno, menjelaskan bahwa sistem ini mencakup sinkronisasi data dengan fasilitas pengukuran berat di lapangan. "Kita bantu bangun platform-nya untuk kita bisa memberikan solusi terbaik, dari pickup hingga drop, termasuk integrasi ke jembatan timbang," ungkap Ndaru.

Integrasi dengan Jembatan Timbang (JT) memungkinkan perusahaan untuk memverifikasi muatan yang dibawa oleh supir. Selain pengawasan berat, Trans Track juga menggunakan perangkat keras khusus, yaitu gembok elektronik atau e-seal, untuk mengamankan tangki kendaraan dari potensi pembongkaran ilegal. Ndaru menjelaskan, "Sistem gembok ini akan memicu notifikasi instan jika terjadi kerusakan atau pembukaan paksa di luar koordinat tujuan."

Pilar Utama Sistem Keamanan Logistik

Beberapa pilar utama dalam sistem keamanan logistik armada sawit meliputi:

  • Pemantauan posisi unit secara langsung melalui Global Positioning System (GPS).
  • Pemasangan sensor muatan untuk mendeteksi penyusutan volume secara mendadak.
  • Penggunaan fitur pemutus mesin jarak jauh jika armada terdeteksi keluar jalur.

Keberadaan aset perusahaan kini dapat dipantau secara transparan melalui dasbor digital, yang memudahkan pengambil kebijakan melakukan audit operasional armada tanpa harus bergantung pada laporan manual yang seringkali tidak akurat. "Hari ini kita ingin tahu keberadaan aset kita, unit ini di mana, berapa lama dan apa fungsinya, itu semua bisa kita ketahui melalui fungsi tracking kendaraan," jelas Ndaru.

Teknologi pelacakan ini juga dilengkapi dengan sistem peringatan dini jika kendaraan berhenti terlalu lama di titik tidak resmi. Tindakan preventif dapat segera dilakukan oleh petugas pusat kendali melalui komunikasi dua arah. Digitalisasi logistik ini diharapkan dapat menjaga margin keuntungan bagi pelaku industri dari kebocoran operasional. Trans Track juga menawarkan layanan uji coba gratis selama 14 hari bagi perusahaan yang ingin mengadopsi sistem ini.

You can share this post!