JAKARTA — Universitas Harkat Negeri (UHN) telah membentuk pusat kajian keberlanjutan yang dinamakan Sustainabilitas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan dampak perubahan iklim yang dirasakan di berbagai wilayah Indonesia, seperti banjir, kekeringan ekstrem, kebakaran hutan, dan kenaikan muka air laut.
Rektor UHN, Sudirman Said, menjelaskan bahwa pembentukan pusat ini bertujuan untuk memperkuat peran riset dalam mendukung perumusan dan pelaksanaan kebijakan keberlanjutan. Sustainabilitas diharapkan menjadi penghubung antara kajian akademik, praktik lapangan, dan pengambilan keputusan publik.
“Sustainabilitas dibentuk untuk menjawab isu keberlanjutan secara lebih operasional, dengan mendorong kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan riset dalam kebijakan,” ungkap Sudirman saat peluncuran Sustainabilitas.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan sumber daya manusia, tata kelola, dan kebijakan yang konsisten untuk mencapai agenda keberlanjutan nasional, termasuk target net zero emission Indonesia. Dalam konteks ini, Sustainabilitas diharapkan berkontribusi melalui riset, pengembangan kapasitas, serta pendampingan kebijakan.
Direktur Sustainabilitas, William Sabandar, mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi apa yang ia sebut sebagai “paradoks keberlanjutan”. Di satu sisi, negara ini memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi hijau yang besar, namun di sisi lain, masih terdapat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di bidang tersebut.
Sustainabilitas akan fokus pada tiga aspek utama: penguatan kepemimpinan, dukungan kebijakan, dan pelaksanaan aksi nyata. Dalam hal kepemimpinan, lembaga ini menekankan pentingnya integritas, kemampuan analisis, dan kapasitas eksekusi dalam mengelola program keberlanjutan.
William menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya bergantung pada desain kebijakan, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan yang menjalankannya. Di sisi kebijakan, Sustainabilitas akan mendorong integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam regulasi melalui standar, insentif, serta mekanisme pelaporan dan kepatuhan yang terukur.
Pada pilar aksi, lembaga ini berupaya menjembatani inisiatif lingkungan dengan pembiayaan dan investasi agar program keberlanjutan dapat berjalan berkelanjutan.
Sustainabilitas bernaung di bawah Universitas Harkat Negeri yang berbasis di Tegal. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan program berbasis wilayah, dengan pendekatan laboratorium hidup yang memungkinkan pengujian kebijakan dan intervensi secara langsung di tingkat lokal. Model yang berhasil diharapkan dapat direplikasi di daerah lain.
UHN juga menyatakan komitmennya untuk menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan dan riset internasional guna menjaga kualitas metodologi dan relevansi riset yang dihasilkan.