Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas Meriahkan HUT ke-238 Denpasar
Sosial

Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas Meriahkan HUT ke-238 Denpasar

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com -Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial kembali menyelenggarakan Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (19/2/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Widya Guna Sudha Paripurna” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua K3S Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar serta memberikan ruang ekspresi dan partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas dalam kegiatan seni, budaya, dan keagamaan sebagai wujud masyarakat inklusif.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, lembaga pendidikan, organisasi penyandang disabilitas, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Utsawa Dharma Gita bukan sekadar ajang perlombaan seni dan sarana pelestarian budaya Bali, namun juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang inklusif. Di mana setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, berkarya, dan berprestasi.

BACA : Korban yang Terseret Arus di Pantai Purnama Ditemukan Meninggal di Pantai Saba

“Kami percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menunjukkan kemampuan dan dedikasi. Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bahwa semangat, ketulusan, dan kekuatan jiwa para peserta merupakan inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga nilai kebersamaan, empati, dan saling menghargai,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Arya Wibawa berharap kecintaan terhadap Dharma Gita semakin kuat serta semangat kebersamaan dan toleransi terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Denpasar.

Ketua Panitia sekaligus Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Denpasar, A.A Ayu Diah Kurniawati didampingi Perwakilan Penyandang Disabilitas Kota Denpasar, Gusti Ayu Arini, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas penyandang disabilitas di bidang seni dan budaya Bali.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni Dharma Gita sebagai bagian dari warisan budaya dan tradisi spiritual Hindu Bali, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota ramah disabilitas yang menjunjung tinggi kesetaraan, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan.

Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diisi dengan berbagai lomba, di antaranya lomba macepat remaja yang diikuti tujuh peserta perwakilan siswa dari SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 3 Denpasar.

BACA : Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!

Selain itu, digelar pula lomba macepat dewasa yang diikuti sepuluh peserta dari DPC Pertuni Kota Denpasar dan DPC HWDI Kota Denpasar.

“Acara ini dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan seluruh pihak yang telah membantu. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Penulis: Gde Candra

Editor: Oka Suryawan

Audiensi tersebut membahas penanganan pengaman pantai di wilayah Kabupaten Klungkung yang saat ini mengalami abrasi dan kemunduran garis pantai cukup parah. Kondisi ini telah mengakibatkan kerusakan pada lahan pertanian garam, badan jalan, jaringan listrik, serta permukiman warga di sejumlah titik.

Beberapa lokasi yang terdampak serius di antaranya Pantai Monggalan, Desa Kusamba, serta ruas jalan kabupaten dan fasilitas pejalan kaki menuju Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped. Ruas jalan tersebut merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Nusa Penida yang kini terabrasi dan nyaris terputus.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Satria menyampaikan bahwa dampak abrasi tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

BACA : Pemkab Gianyar Gelar Lomba Citra Karya Raksitha, Dorong Inovasi OPD dan Masyarakat

Fasilitas umum yang terdampak merupakan akses vital dan koridor distribusi untuk pengangkutan logistik serta hasil pangan, sekaligus menjadi jalur utama penunjang sektor pariwisata di Nusa Penida.

“Penanganan abrasi ini sangat mendesak mengingat infrastruktur yang rusak merupakan akses utama masyarakat dan jalur distribusi logistik serta pariwisata. Kami berharap pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dapat melakukan penanganan sesuai kewenangannya secara berkelanjutan,” ujar Bupati Satria.

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bupati Satria juga telah menyampaikan secara langsung proposal usulan penanganan abrasi pantai di Kabupaten Klungkung kepada pihak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU.

Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam upaya mitigasi serta penanganan abrasi pantai secara terencana dan berkelanjutan, guna melindungi masyarakat, menjaga infrastruktur vital, serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,sebutnya.

Dalam pertemuan tersebut turut pula hadir kepala BWS Bali Penida Gunawan Suntoro beserta jajaran.

Penulis: Roni

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Tags

Dinas Sosial Kota Denpasar

HUT kota Denpasar

Pemkot Denpasar

Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas

Bagikan

Berita Sebelumnya

Pemkot Denpasar Resmikan Rumah Singgah, Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak

Berita Selanjutnya

Abrasi Pantai Kian Mendesak, Bupati Satria Temui Ditjen SDA Kementerian PU

RELATED ARTICLES

Jakarta

RUU Satu Data Penting untuk Akurasi Kebijakan Negara dan Akhiri Ego Sektoral

Klungkung

30 Ribu Pekerja Belum Terlindungi, Pemkab Klungkung Perkuat Sinergi dan Data

Jakarta

Terima Aduan, Komisi XII DPR RI Segera Agendakan Kunjungan ke Desa Adat Serangan

ADS

You can share this post!