Wagub Aceh Dorong Pengembangan Industri Hilir Kelapa Sawit
Pusat Online

Wagub Aceh Dorong Pengembangan Industri Hilir Kelapa Sawit

Bireuen, HAISAWIT - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menekankan pentingnya pengembangan industri hilir kelapa sawit di Aceh. Pernyataan ini disampaikan dalam acara buka puasa bersama Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono, di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Kabupaten Bireuen, pada Minggu (9/3/2025).

Menurut Wagub, Aceh memiliki 69 pabrik kelapa sawit, namun hasil produksi Crude Palm Oil (CPO) dari pabrik-pabrik tersebut masih harus dikirim ke provinsi lain untuk diolah lebih lanjut. Tanpa adanya industri hilir, kata Fadhlullah, Aceh hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, yang mengakibatkan masyarakat tidak sepenuhnya menikmati nilai tambah dari kelapa sawit.

"Hasil bumi Aceh selalu dibawa ke provinsi lain, karena pasar juga dikuasai provinsi lain," keluh Wagub, seperti yang dilansir oleh laman Humas Pemprov Aceh pada Senin (10/03/2025).

Wagub berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan untuk pembangunan pabrik pengolahan CPO di Aceh. Ia meyakini bahwa dengan adanya industri hilir, lapangan kerja akan terbuka lebih luas dan ekonomi masyarakat akan berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Mardiono menyatakan kesiapannya untuk mendukung perpanjangan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, serta menekankan perlunya penguatan sektor ketahanan pangan di daerah tersebut.

Saat ini, Aceh masih bergantung pada provinsi lain dalam pengolahan CPO. Meskipun dengan 69 pabrik kelapa sawit yang ada, Aceh memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri hilir secara mandiri. Namun, tantangan seperti infrastruktur dan regulasi menjadi kendala utama dalam pengembangan tersebut.

Pembangunan pabrik pengolahan CPO di Aceh merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap provinsi lain. Dengan berkembangnya industri hilir, Aceh tidak hanya akan menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga produk jadi yang bernilai tinggi.

Dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat langkah Aceh dalam membangun industri hilir sawit, sehingga Aceh dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi sumber daya alamnya.

You can share this post!