Wali Kota Bandung Ultimatum Apjatel Selesaikan Galian Telekomunikasi Sebelum 12 Maret
Teknologi

Wali Kota Bandung Ultimatum Apjatel Selesaikan Galian Telekomunikasi Sebelum 12 Maret

Portal Media Online - SUMEDANG BAGUS -- Hingga saat ini, pekerjaan galian jaringan telekomunikasi di Kota Bandung masih mewarnai Kota Bandung. Padahal, sebelumnya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberi tenggat waktu penyelesaian pada 5 Maret 2026.

Mengetahui masih pabalatak-nya galian di Kota Bandung, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pun menegaskan agar pekerjaan galian utilitas yang dilakukan penyedia jaringan telekomunikasi di sejumlah ruas jalan milik provinsi Jawa Barat di Kota Bandung untuk segera diselesaikan. Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) memberikan tenggat waktu hingga 12 Maret bagi pihak terkait untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.

Farhan meminta BUMN Telkom dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) segera mempercepat proses pengerjaan dan merapikan kembali kondisi trotoar yang telah digali. Ia juga meminta agar Apjatel menginformasikan kepada publik titik-titik mana saja yang telah selesai dan titik-titik yang masih belum rapi

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi memang penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Tapi, proses pengerjaannya harus dilakukan dengan tertib serta memperhatikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami mendukung peningkatan infrastruktur, termasuk jaringan telekomunikasi. Namun pekerjaan di lapangan harus dikelola dengan baik. Kami meminta agar seluruh pekerjaan galian dapat diselesaikan paling lambat 12 Maret sehingga tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Farhan pada Minggu 8 Maret 2026.

Ia menuturkan, keberadaan galian yang terlalu lama dibiarkan tidak segera diselesaikan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Dampak tersebut mulai dari kemacetan, hingga potensi membahayakan bagi pejalan kaki karena melakukan banyak galian ditrotoar.

Oleh karena itu, Farhan menekankan pentingnya koordinasi antara penyedia layanan jaringan dengan Pemkot Bandung. Hal tersebut agar setiap pekerjaan utilitas dapat dilakukan secara terencana dan tidak menimbulkan keluhan warga.

“Hal yang terpenting adalah bagaimana setiap pekerjaan dapat selesai tepat waktu, kemudian kondisi trotoar dikembalikan seperti semula sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

You can share this post!