Zendhy Kusuma Klarifikasi Insiden Restoran dan Seruan Melawan Cyberbullying
Sumber Foto: Kompas.com
Hiburan

Zendhy Kusuma Klarifikasi Insiden Restoran dan Seruan Melawan Cyberbullying

Portal Media Online - JAKARTA, KOMPAS.com — Gitaris Zendhy Kusuma akhirnya angkat bicara mengenai video insiden di sebuah restoran yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Dalam klarifikasi di akun Instagramnya, Minggu (8/3/2026), ia mengakui sempat terpancing emosi pada malam kejadian.

Namun Zendhy turut menyesalkan perkembangan peristiwa itu yang jauh melampaui konteks aslinya setelah rekaman CCTV menyebar luas di dunia maya.

Lihat postingan ini di Instagram

Zendhy menuturkan, insiden tersebut bermula dari situasi yang tidak nyaman ketika dirinya bersama keluarga menunggu pesanan dalam waktu cukup lama di sebuah restoran pada September tahun lalu.

Dalam kondisi lapar dan kelelahan, ketegangan pun tak terhindarkan.

"Saya tidak menutup mata bahwa pada malam itu emosi saya terpancing dan ada sikap yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik," ujar Zendhy dikutip Kompas.com.

Menurutnya, masalah yang sejatinya merupakan urusan antara pelanggan dan pihak restoran kemudian membesar setelah potongan rekaman CCTV beredar di media sosial disertai narasi yang dinilainya tidak menggambarkan situasi secara utuh.

"Kami percaya setiap peristiwa sebaiknya dilihat secara utuh dan berdasarkan fakta. Ketika sebuah potongan video disertai narasi yang tidak lengkap, hal itu bisa menimbulkan kesalahpahaman yang akhirnya merugikan banyak pihak," katanya.

Zendhy juga mengungkap bahwa terdapat rekaman lain yang menunjukkan konteks berbeda dari apa yang beredar di publik.

Dalam rekaman tersebut, ia mengeklaim dirinya datang dengan niat menyelesaikan persoalan secara baik-baik, termasuk untuk melunasi pembayaran.

Namun situasi justru memburuk karena respons dari pihak lain yang tidak kondusif.

Sejak video itu viral, ia dan keluarganya mengaku menghadapi berbagai tekanan di ruang digital, mulai dari komentar negatif, penyebaran data pribadi, hingga serangan siber secara masif.

"Yang kami sesalkan adalah ketika peristiwa tersebut berkembang jauh melampaui kejadian sebenarnya. Setelah video itu beredar, kami dan keluarga mengalami berbagai bentuk cyberbullying di media sosial," ujarnya.

Zendhy Kusuma menegaskan bahwa seusai kejadian, dirinya tetap berupaya menyelesaikan persoalan secara langsung dengan pihak restoran, termasuk menyampaikan permohonan maaf dan memenuhi kewajiban pembayaran.

"Harapan saya sebenarnya sederhana, persoalan ini bisa diselesaikan secara baik tanpa harus berkembang menjadi polemik besar," ucapnya.

Ia pun menyampaikan bahwa perkara ini kini tengah dalam proses hukum dan ia menghormati sepenuhnya jalannya proses tersebut.

Di pengujung klarifikasinya, Zendhy mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan refleksi bersama baik bagi konsumen, pelaku usaha, maupun para pengguna media sosial.

"Mungkin kita semua bisa belajar dari kejadian ini. Belajar menjadi konsumen yang lebih baik, belajar menjadi pemilik usaha yang lebih bijak dalam menyikapi pelanggan, dan juga belajar menjadi netizen yang tidak mudah melakukan cyberbullying," tuturnya.

Ia berharap ruang digital bisa menjadi tempat yang lebih sehat, di mana setiap persoalan tidak langsung berubah menjadi penghakiman massal.

"Pada akhirnya kita semua adalah manusia yang bisa melakukan kesalahan. Yang penting adalah bagaimana kita belajar dan memperbaikinya tanpa harus saling menghancurkan di ruang digital," pungkas Zendhy.