Harga Emas Diprediksi Capai US$6.000 pada 2026
Sumber Foto: AsatuNews.co.id
Ekonomi

Harga Emas Diprediksi Capai US$6.000 pada 2026

Portal Media Online - Prospek harga emas global menunjukkan tren positif, dengan potensi menembus level US$6.000 per troy ounces pada tahun 2026. Kenaikan ini melanjutkan performa impresif yang telah dicatatkan sepanjang tahun 2025. Sejumlah lembaga keuangan global pun mulai merevisi naik proyeksi harga emas mereka.

Menurut Analis Research and Development ICDX, Tiffani Safinia, peningkatan proyeksi ini didorong oleh risiko geopolitik yang masih tinggi serta permintaan yang stabil dari bank sentral di berbagai negara. Dilansir dari Market, pergerakan harga emas dalam jangka pendek akan dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, imbal hasil obligasi, serta perkembangan konflik global.

Tiffani menambahkan, "Secara keseluruhan, harga emas diperkirakan berada di kisaran US$5.500 hingga US$6.000 per troy ounces pada akhir 2026 dengan volatilitas diperkirakan tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global."

Beberapa bank investasi global juga menyampaikan pandangan optimis. Goldman Sachs merevisi naik target harga emas akhir 2026 menjadi US$5.400 per troy ounces, dari sebelumnya US$4.900. Revisi ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari investor swasta maupun bank sentral.

J.P. Morgan bahkan memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$6.300 per troy ounces pada kuartal IV/2026. Sementara Morgan Stanley memperkirakan rata-rata harga emas berada di sekitar US$4.600, dengan skenario bullish mencapai US$5.700 pada paruh kedua 2026.

Tiffani menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi salah satu periode terbaik bagi emas dalam beberapa dekade terakhir. Kinerja ini mempertegas peran emas sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Sepanjang 2025, harga emas tercatat melonjak sekitar 64% dan mencetak 53 kali rekor tertinggi sepanjang masa (all time high /ATH). Rekor harga tertinggi tercatat pada 26 Desember 2025 di level US$4.550 per troy ounces, dengan rata-rata harga tahunan sekitar US$3.431 per troy ounces.

Pembelian emas oleh bank sentral global juga tetap besar, mencapai sekitar 863 ton sepanjang tahun tersebut.

Lonjakan harga emas pada 2025 didorong oleh kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik. Kebijakan moneter yang lebih longgar, termasuk tiga kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dengan total 75 basis poin melalui keputusan Federal Open Market Committee (FOMC), menjadi salah satu pemicu utama.

Selain itu, ketegangan geopolitik seperti konflik Timur Tengah antara Israel dan Iran, perang Rusia–Ukraina, serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China turut mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Pergerakan dolar AS yang cenderung volatil akibat ketidakpastian arah kebijakan moneter dan ekspektasi suku bunga juga meningkatkan minat investor untuk mengalihkan sebagian portofolio ke emas.