Bungkil Inti Sawit Jadi Solusi Efisien untuk Pengurangan Biaya Pakan Ternak
Portal Media Online - Penggunaan Bungkil Inti Sawit (BIS) berpotensi memangkas biaya pakan ternak di Indonesia antara 14 persen hingga 20 persen. Hal ini disebabkan oleh tingginya nilai ekonomi produk sampingan dari pengolahan inti kelapa sawit yang dapat menggantikan sebagian porsi konsentrat impor.
Awal Kejadian
BIS dihasilkan dari proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan biji sawit, yang disebut kernel. Kernel kemudian diproses di Kernel Crushing Plant (KCP) menggunakan mesin screw press, menghasilkan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil) dan sisa padatan yang menjadi BIS.
Perkembangan
Ketersediaan BIS yang melimpah, terutama di daerah pengolahan di Sumatra dan Kalimantan, memungkinkan efisiensi biaya dalam pakan ternak. BIS bukan limbah, melainkan komoditas bernilai dengan standar mutu sesuai dokumen SNI nomor 7856:2017. Kandungan nutrisi BIS, termasuk protein, lemak, dan mineral seperti fosfor, seng, dan mangan, mendukung pertumbuhan hewan ternak secara optimal. Penggunaan BIS dikenal efektif pada ternak ruminansia, seperti sapi potong, di mana pertambahan bobot badan harian mencapai 0,61 kilogram. Pada unggas, BIS memerlukan proses fermentasi untuk meningkatkan daya serap.
Kondisi Terakhir
Penerapan konsep nir-limbah dalam industri kelapa sawit tidak hanya menguntungkan sektor perkebunan, tetapi juga berkontribusi pada kedaulatan pakan dan devisa negara.




