DPRD DIY Mendesak Pembatalan Pembelajaran Daring Mulai April 2026
Pusat Online

DPRD DIY Mendesak Pembatalan Pembelajaran Daring Mulai April 2026

Portal Media Online - Anggota Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Fajar Gegana, mengharapkan pemerintah pusat membatalkan rencana pembelajaran sekolah secara daring mulai April 2026. Ia menilai sarana prasarana di wilayahnya belum siap dan efektivitas pembelajaran daring dinilai lemah.

Awal Kejadian

Wacana mengenai pembelajaran daring ini muncul sebagai respons pemerintah pusat terhadap potensi penghematan energi akibat situasi geopolitik di Timur Tengah. Fajar Gegana, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Kulon Progo, mengungkapkan bahwa selama pandemi COVID-19 antara 2020-2022, pelaksanaan pembelajaran daring tidak berjalan efektif. Hal ini disebabkan tidak meratanya akses jaringan internet dan keterbatasan gadget di kalangan siswa.

Perkembangan

Fajar menyatakan bahwa meskipun pembelajaran daring diterapkan, banyak wilayah, termasuk kawasan Bukit Menoreh, masih mengalami blankspot jaringan internet. Ia menekankan bahwa tidak semua siswa memiliki perangkat untuk mengikuti pembelajaran daring, yang menyebabkan kendala dalam proses belajar mengajar. Pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran daring juga dianggap belum memadai, dan khawatir nantinya hanya akan menjadi formalitas tanpa meningkatkan kualitas pendidikan.

Kondisi Terakhir

Fajar membandingkan situasi ini dengan pendekatan yang diterapkan di Singapura selama masa COVID-19, di mana siswa diberikan laptop dan kurikulum berbasis e-learning. Ia menekankan pentingnya persiapan matang sebelum menerapkan kebijakan pembelajaran daring agar tidak berdampak negatif pada kualitas pendidikan di daerah.

You can share this post!