Gubernur Kaltim Pacu KEK Maloy Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Skala Internasional
Sumber Foto: Hai Sawit
Pusat Online

Gubernur Kaltim Pacu KEK Maloy Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Skala Internasional

Portal Media Online - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, meninjau Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) untuk mempercepat industrialisasi berbasis nilai tambah kelapa sawit.

Awal Kejadian

Langkah ini diambil sebagai upaya transformasi ekonomi agar daerah tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif. Rudy Mas’ud mendorong agar kawasan ini menjadi motor penggerak industri pengolahan yang dapat meningkatkan kualitas komoditas lokal.

Perkembangan

Direktur PT MBTK, Ade Himawan, mengungkapkan kesiapan infrastruktur untuk menyambut investasi asing ke Kutai Timur. Berbagai sektor, termasuk pengolahan kayu, energi, dan logistik, sedang dikembangkan untuk mendukung operasional industri. Ia juga menambahkan bahwa KEK MBTK terbuka untuk investasi dari berbagai negara dan telah menyerap anggaran sekitar Rp1,7 triliun.

Pengembangan kawasan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim, serta APBD Kabupaten Kutai Timur. Total nilai proyek diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun, yang digunakan secara bertahap untuk membangun dermaga internasional dan memperbaiki akses jalan menuju pusat pengolahan.

Kondisi Terakhir

Pusat pengolahan di KEK MBTK dirancang untuk menampung industri hilir yang menghasilkan produk bernilai tinggi dari kelapa sawit, menggantikan pengiriman bahan mentah. Infrastruktur yang kuat diharapkan menjadikan KEK MBTK sebagai simpul logistik utama di wilayah timur Indonesia, serta membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Kawasan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 April 2019, dan saat ini pemerintah daerah fokus menyelesaikan regulasi administratif serta kemudahan perizinan untuk calon penyewa lahan.