JPO Sarinah Resmi Dibuka Kembali dengan Fasilitas Ramah Disabilitas
Sosial

JPO Sarinah Resmi Dibuka Kembali dengan Fasilitas Ramah Disabilitas

Portal Media Online - Ringkasan Berita:

JPO Sarinah resmi dibuka kembali setelah revitalisasi, menghadirkan fasilitas modern dan ramah disabilitas, termasuk dua unit lift di sisi barat dan timur.

JPO yang dibangun pertama kali pada 1968 ini terhubung langsung ke Halte Transjakarta MH Thamrin.

Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan pelebaran trotoar menjadi 2,6 meter.

Revitalisasi menjaga pelican crossing untuk pilihan masyarakat berjalan kaki, sementara paving block dan guiding block mendukung penyandang disabilitas.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di kawasan Jakarta Pusat setelah melalui proses revitalisasi, Senin (2/3/2026).

Infrastruktur penyeberangan yang memiliki nilai sejarah tersebut kini hadir dengan fasilitas yang lebih modern serta ramah bagi penyandang disabilitas.

JPO Sarinah sendiri tercatat sebagai jembatan penyeberangan pertama di Jakarta yang dibangun pada 1968.

Bangunan lama sebelumnya sempat dibongkar pada 2022 saat kepemimpinan Gubernur Jakarta kala itu, Anies Baswedan.

Revitalisasi yang dilakukan pemerintah provinsi bertujuan menghadirkan fasilitas penyeberangan yang lebih aman sekaligus inklusif.

Lokasinya yang terhubung langsung dengan Halte Transjakarta MH Thamrin diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk pengguna transportasi umum dan penyandang kebutuhan khusus.

Jembatan yang telah diperbarui ini dilengkapi dua unit lift di sisi barat dan timur untuk mempermudah akses naik-turun pengguna, khususnya disabilitas dan lansia.

"JPO ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta, tepatnya diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin tanggal 21 April tahun 1968. Tentunya ini bersejarah dan hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas," kata Pramono di lokasi.

Meski fasilitas JPO telah tersedia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pelican crossing di perempatan Sarinah tetap dipertahankan. Jalur penyeberangan sebidang itu dinilai masih dibutuhkan masyarakat yang memilih berjalan kaki.

"Masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus atau disabilitas bisa memanfaatkan ini dan sebagainya," ujarnya.

Selain revitalisasi jembatan, Pemprov DKI juga menyiapkan penataan area pedestrian di sekitarnya.

Trotoar di Jalan MH Thamrin, tepatnya di samping Anjungan Sarinah, akan diperlebar karena sebagian ruang pejalan kaki saat ini terhalang bangunan lift JPO.

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyampaikan pekerjaan pelebaran trotoar dijadwalkan dimulai pada Mei 2026. Nantinya lebar trotoar akan mencapai sekitar 2,6 meter agar ruang gerak pejalan kaki menjadi lebih nyaman.

"Jadi di bulan Mei nanti akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 (meter) sehingga nanti akses pedestriannya akan menjadi punya space yang lebih lega," terangnya.

Dalam peresmian tersebut, Pramono terlihat mengenakan baju koko dan peci. Ia kemudian meninjau langsung fasilitas yang telah diperbarui bersama rombongan.

You can share this post!