Portal Media Online - Lebih dari 20 kapal perang Amerika Serikat (AS) beroperasi di perairan Timur Tengah sejak Rabu, sebagai bagian dari patroli keamanan. Operasi ini dimulai setelah AS melakukan serangan ke wilayah Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Serangan AS terhadap Iran terjadi pada Rabu, menyusul serangan rudal yang diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz pada awal pekan. Tindakan ini memicu serangan balasan dari Iran ke fasilitas militer AS.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi keberadaan lebih dari 20 kapal perang yang sedang berpatroli di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, CENTCOM menekankan bahwa operasi ini bertujuan untuk mempromosikan keamanan dan stabilitas regional. Sebelumnya, kapal perang dan pesawat Angkatan Laut AS juga melintasi Laut Arab dalam formasi yang rapat.
Berbicara dari KTT NATO di Ankara, Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dan menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada 17 Juni telah berakhir. Ia mencemooh Iran sebagai negara yang dipimpin oleh pihak yang dianggapnya kejam.