Portal Media Online - Komoditas berbasis kelapa sawit menjadi penyokong utama perdagangan luar negeri Sumatera Barat dengan kontribusi mencapai 83,75 persen dari total nilai ekspor pada periode Januari–Mei 2026.
Selama lima bulan pertama tahun 2026, sektor perkebunan dan industri pengolahan sawit menunjukkan peran signifikan dalam kinerja ekspor daerah. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, nilai ekspor kumulatif mencapai US$1.181,63 juta, meningkat 16,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan nilai ekspor didorong oleh pertumbuhan sektor industri pengolahan yang mencatat peningkatan sebesar 17,02 persen dibandingkan Januari–Mei 2025. Komoditas lemak dan minyak hewan maupun nabati, yang termasuk produk turunan kelapa sawit, menjadi penyumbang terbesar ekspor, berkontribusi sekitar 83,75 persen terhadap total ekspor daerah. Selain itu, komoditas karet dan barang dari karet serta produk kimia juga memberikan kontribusi pada nilai ekspor Sumatera Barat.
India tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai mencapai US$271,30 juta. Meskipun secara kumulatif masih menunjukkan pertumbuhan positif, nilai ekspor pada Juni 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, sebagian besar akibat melemahnya ekspor produk berbasis kelapa sawit dan fluktuasi harga di pasar internasional. Di sisi lain, nilai impor kumulatif selama periode yang sama mencapai US$480,78 juta, meningkat 182,18 persen, terutama untuk kebutuhan bahan baku dan bahan penolong. Meskipun terjadi peningkatan impor, neraca perdagangan tetap surplus sebesar US$700,85 juta.