Portal Media Online - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada awal perdagangan Senin, mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di posisi Rp17.977,00 per dolar AS, mengalami pelemahan sebesar 56 poin atau 0,31% dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen eksternal yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah merupakan faktor utama yang menekan pergerakan rupiah. Menurutnya, kondisi ini menyebabkan lonjakan harga minyak dunia sekaligus memperkuat nilai dolar AS. Harga minyak Brent sebagai acuan internasional melonjak sekitar 2,27% hingga menembus level US$90 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus menguat 2,4% menjadi US$84,49 per barel.
Meski demikian, Lukman memperkirakan pelemahan rupiah berpotensi terbatas karena adanya sentimen positif dari dalam negeri. Aliran dana asing yang masuk ke pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN) dapat membantu menahan tekanan terhadap mata uang domestik. Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.