Anak-anak Rentan Terhadap Eksploitasi di Dunia Maya
Portal Media Online - Dunia maya masih menjadi ruang yang tidak aman bagi anak-anak, dengan masalah eksploitasi yang terus terjadi. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah mencatat 1.327 anak di Jawa Tengah mengalami kekerasan pada tahun 2023, termasuk kekerasan seksual di ruang daring.
Awal Kejadian
Pengamatan DP3AP2KB Jawa Tengah menunjukkan bahwa dari total tersebut, 756 anak menjadi korban kekerasan seksual, dengan beberapa diantaranya terlibat dalam situasi di dunia maya. Fenomena ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan anak-anak dalam penggunaan internet.
Perkembangan
Dalam talkshow daring bertema "Together for a Better Internet", Sub Koordinator Perlindungan Anak DP3AP2KB Jawa Tengah, Isti Ilma Patriani, mengungkapkan bahwa 93 persen anak usia remaja yang memiliki ponsel pintar aktif menggunakan media sosial. Namun, 57 persen dari mereka mengaku pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan di dunia maya. Ilma menambahkan bahwa generasi muda sering kali menghabiskan waktu hingga tujuh jam per hari berselancar di internet, yang dapat berujung pada ketergantungan terhadap gawai.
Kondisi Terakhir
Ilma juga mengingatkan bahwa tingginya penggunaan internet di kalangan anak tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai dan praktik positive parenting. Hal ini membuat anak-anak menjadi lebih tertutup dengan orang terdekat, namun lebih terbuka dalam membagikan informasi di media sosial tanpa menyadari risiko yang ada. Menurut studi Disruption Harm Study dari Unicef Indonesia, dua persen anak Indonesia berusia 12-17 tahun menjadi sasaran eksploitasi dan pelecehan seksual di ruang daring.




