Perubahan Cara Kerja Penerjemah di Era Digital Menjadi Fokus Penelitian Suwarni
Portal Media Online - Penelitian Suwarni Wijaya Halim mengungkap perubahan signifikan dalam praktik penerjemahan yang kini lebih mengedepankan kolaborasi daring dibandingkan dengan cara kerja individu tradisional. Penelitian ini dipresentasikan dalam sidang Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris di Unika Atma Jaya.
Awal Kejadian
Suwarni mengkaji fenomena ini dalam disertasinya yang berjudul "Cognitive Behaviors, Problem Solving, and Information Sharing in Online Collaborative Translation: A Case Study on Student Translators". Sidang promosi doktor berlangsung di Kampus Semanggi dan dipimpin oleh Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, dengan bimbingan Dr. Anna Marietta da Silva dan Dr. Engliana. Tim penguji terdiri dari Dr. Julia Eka Rini, Prof. Dr. Setiono Sugiharto, dan Ferdinan Okki Kurniawan.
Perkembangan
Dalam penelitiannya, Suwarni menjelaskan bahwa cara kerja penerjemah telah mengalami pergeseran signifikan di era digital. Jika sebelumnya penerjemahan dilakukan secara individu, saat ini kolaborasi daring menjadi praktik umum di lingkungan akademik dan industri penerjemahan. Suwarni mengamati tiga mahasiswa penerjemah yang menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris menggunakan platform kolaboratif.
Kondisi Terakhir
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa mengikuti tahapan penerjemahan yang sama dengan penerjemah individu, prosesnya dilakukan dengan cara yang berbeda. Diskusi aktif, pertukaran pendapat, dan negosiasi dalam kelompok menggantikan proses berpikir yang sebelumnya bersifat individual. Suwarni menyimpulkan bahwa kolaborasi daring meningkatkan dinamika penerjemahan menjadi siklus-siklus kecil yang melibatkan semua anggota kelompok dalam mencapai kesepakatan.




