Batik Cap, Inovasi Berbasis Limbah Sawit
Pusat Online

Batik Cap, Inovasi Berbasis Limbah Sawit

Portal Media Online - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memperkenalkan Batik Cap karya Griya Batik Gresik dari Jawa Timur sebagai langkah mendukung transformasi industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Awal Kejadian

Produk ini merupakan hasil kreativitas Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) yang mengintegrasikan komponen turunan sawit dalam proses produksinya. Inovasi ini menciptakan produk wastra yang ramah lingkungan dan bernilai estetika.

Perkembangan

Berdasarkan Katalog 100 Produk UKMK Sawit 2025 yang diterbitkan oleh BPDPKS, Batik Cap ini dipasarkan dengan harga antara IDR 450.000 hingga IDR 700.000 per unit, tergantung pada kompleksitas motif. Griya Batik Gresik, yang berlokasi di Jalan Saphire VII Nomor 10, Graha Bunder Asri, Kelurahan Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, fokus pada pengembangan kerajinan batik berbasis limbah kelapa sawit. Inovasi ini sejalan dengan visi ekonomi hijau untuk meningkatkan kewirausahaan nasional.

Kondisi Terakhir

BPDPKS berperan dalam pemberdayaan unit usaha kecil melalui kemitraan strategis, dengan tujuan mempromosikan manfaat komoditas perkebunan dalam kehidupan sehari-hari. Katalog edisi kedua ini merupakan pemutakhiran dari edisi pertama tahun 2023 untuk mencakup produk UKMK baru dari tahun 2024 hingga 2025. Transformasi dalam praktik pengelolaan perkebunan bertujuan untuk membawa komoditas kelapa sawit menuju standar keberlanjutan global dengan mengedepankan keselarasan antara aktivitas ekonomi dan pelestarian alam.

You can share this post!