Portal Media Online - Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan bahan tanaman kelapa sawit efisien hara, didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Inisiatif ini bertujuan mengatasi kelangkaan pupuk dan tingginya biaya produksi yang membebani petani.
Pengembangan ini berfokus pada efisiensi penyerapan unsur hara, khususnya nitrogen dan kalium, dalam kondisi yang bervariasi. Hasil pengamatan morfologi dari uji pembibitan menunjukkan populasi potensial yang mampu mengoptimalkan penggunaan nutrisi, meskipun dosis yang diberikan berbeda-beda.
Pupuk yang tidak terserap dengan baik oleh akar tanaman berisiko mengalami pencucian oleh air hujan dan penguapan ke atmosfer, yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Penelitian ini memanfaatkan teknologi marka molekuler untuk mempercepat proses seleksi bibit unggul dan menggunakan bioteknologi untuk mengidentifikasi genotipe yang efisien dalam menyerap nutrisi. Tahapan teknis yang dilakukan mencakup pembuktian ekspresi gen kandidat, konstruksi marka molekuler, dan analisis metagenomik untuk memperlihatkan keragaman bakteri yang mendukung ketersediaan hara.
Inovasi Sawit Efisien Hara (Safira) diharapkan dapat memperkuat daya saing industri sawit nasional dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Keberhasilan pengembangan ini berpotensi mengurangi pencemaran sumber air, meningkatkan kesehatan tanah, dan menjaga stabilitas produksi di lahan dengan kesuburan rendah. Validasi data genomik menjadi agenda utama untuk memastikan sifat efisien hara dapat diturunkan pada generasi berikutnya, dengan target jangka panjang mencapai kemandirian sektor perkebunan menghadapi krisis logistik pupuk global.