Portal Media Online - Militer Republik Islam Iran meluncurkan serangan pesawat tak berawak yang menargetkan kompleks manufaktur senjata strategis Israel pada 17 Maret 2026. Serangan ini diumumkan sebagai aksi balas dendam atas gugurnya personel militer dan warga sipil Iran akibat agresi musuh.
Serangan ini merupakan bagian dari Operasi Janji Setia 4 yang telah dilakukan oleh Angkatan Darat Iran. Target utama dari serangan adalah Kompleks Teknologi dan Manufaktur Senjata Rafael, yang dikenal sebagai pusat pengembangan teknologi untuk sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome.
Militer Iran menyatakan bahwa kompleks Rafael bukan hanya pabrik senjata biasa, tetapi juga berfungsi sebagai pusat teknologi siber yang menyediakan perangkat lunak dan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini telah digunakan dalam serangan terhadap pusat-pusat populasi di Iran. Serangan ini dipicu oleh kampanye militer yang diawali oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang mencakup pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Angkatan Bersenjata Iran melanjutkan operasi balasan dengan menargetkan posisi strategis Amerika dan Israel di wilayah pendudukan Palestina dan pangkalan militer di Asia Barat. Iran menegaskan bahwa setiap fasilitas yang berkontribusi pada mesin perang Zionis, terutama yang berkaitan dengan pengembangan drone dan sistem rudal, adalah target sah dalam upaya mempertahankan kedaulatan nasional mereka.