Gerakan Ayah Teladan Indonesia: Membangun Keluarga Harmonis Melalui Keterlibatan Ayah
Portal Media Online - RRI.CO.ID, Samarinda - Peran pengasuhan anak yang selama ini identik dengan kaum perempuan, mulai didobrak oleh DPPKB melalui program inovatif. Program Gati atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia, hadir untuk mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam tumbuh kembang anak sejak dini.
Ketua Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP) Kecamatan Samarinda Seberang, Wahyudi, menjelaskan seorang bapak tidak hanya bertugas mencari nafkah. Ayah harus terlibat dalam memantau kesehatan istri saat hamil, hingga mendidik anak agar terhindar dari perilaku negatif seperti narkoba dan seks bebas. Pendekatan ini dilakukan melalui komunikasi informasi dan edukasi yang menyasar para kepala keluarga.
‘’Bapak tidak cuma mencari nafkah, tapi terlibat pertumbuhan anak juga. Hal ini bertujuan untuk mengatasi fenomena fatherless atau minimnya sosok ayah, yang sering kali menjadi pemicu kenakalan remaja,’’ ujar Wahyudi, dikutip Sabtu 21 Februari 2026.
Pada tingkat remaja, IMP juga membina kelompok Ikatan Remaja Masjid (Irma) untuk sosialisasi gaya hidup sehat. Edukasi mencakup larangan pernikahan dini, anti narkoba dan bahaya penyakit menular seksual. Dengan memberikan wadah kegiatan positif, diharapkan angka kenakalan remaja di Samarinda Seberang dapat ditekan secara signifikan.
Selain fokus pada ayah dan remaja, IMP juga memberikan perhatian khusus pada lansia melalui program Sidaya (Lansia Berdaya) dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Uniknya, terdapat program Sekolah Lansia di mana para warga lansia diberikan edukasi kesehatan selama beberapa waktu, hingga mereka dinyatakan lulus atau wisuda.
Dalam program Odah Bekesah, Tianah selaku Bendahara IMP Samarinda Seberang, menjelaskan kegiatan untuk lansia dirancang agar mereka tetap produktif dan bahagia secara psikis, karena memiliki teman mengobrol di Posyandu Lansia.
‘’Lansia diajak melakukan aktivitas fisik seperti senam, hingga kegiatan ekonomi kreatif seperti memilah sampah plastik dan merajut bagi yang masih mampu,’’ ujar Tianah.
Pada akhirnya, keharmonisan keluarga terwujud melalui kerja sama antara suami, istri, dan anak. Melalui peran bakti IMP, diharapkan setiap keluarga mampu membangun kualitas hidup yang lebih baik.




