Portal Media Online - Harga perak (XAG/USD) mengalami penurunan untuk hari kedua berturut-turut, diperdagangkan di sekitar $57,00 per troy ons selama sesi Asia pada hari Kamis. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz mengancam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi dari Federal Reserve (The Fed). Komando Pusat AS (CENTCOM) meluncurkan serangan untuk menjaga jalur perairan penting tersebut tetap terbuka, termasuk menembakkan rudal ke sebuah kapal tanker minyak. Tindakan ini meningkatkan ketidakpastian di pasar global.
Di tengah konflik yang berlanjut, para pedagang memperhatikan perubahan prospek kebijakan The Fed seiring dengan data inflasi AS yang menunjukkan penurunan. Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Juni tercatat turun menjadi 3,5%, jauh di bawah ekspektasi pasar, sementara Indeks Harga Produsen (IHP) juga mengalami penurunan menjadi 5,5% secara tahunan. Penurunan ini menyebabkan pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan September menjadi sekitar 44%.
Walaupun data inflasi menunjukkan pelonggaran, dampak dari eskalasi militer antara AS dan Iran belum tercermin dalam angka tersebut. Dengan kesepakatan damai yang sebelumnya dicapai telah runtuh, prospek kebijakan moneter masih dipengaruhi oleh situasi geopolitik yang berkembang.